Media Duta, - Kisah mualaf Koh Hanny Kristianto merupakan cerita perjalanan spiritual yang sangat unik, di mana ia mendapatkan hidayah justru berawal dari rasa benci dan usahanya mencari kelemahan Islam.
Pria keturunan Tionghoa ini dahulu merupakan seorang penginjil taat yang aktif dalam berbagai pelayanan gereja.
Berikut adalah poin-poin penting perjalanan spiritual Koh Hanny Kristianto hingga memutuskan memeluk Islam:
Awal Mula Kebencian dan Misi Mencari Kesalahan
● Terdoktrin Informasi Negatif: Koh Hanny tumbuh di lingkungan non-Muslim yang taat dan kerap menerima stigma buruk mengenai Islam dari berbagai media. Hal ini membuatnya sangat memusuhi Islam.
● Mengkaji Al-Qur'an untuk Menjatuhkan: Dilandasi rasa benci, ia sengaja mempelajari Al-Qur'an dengan misi khusus, yaitu mencari celah, kontradiksi, dan kelemahan Islam agar bisa menjatuhkan agama ini.
Titik Balik Menemukan Kebenaran
● Ketiadaan Kontradiksi: Saat meneliti Al-Qur'an, ia terkejut karena tidak menemukan satu pun kontradiksi di dalamnya.
● Kemurnian yang Terjaga: Ia kagum dengan fakta bahwa Al-Qur'an adalah satu-satunya kitab suci yang dihafal secara utuh oleh jutaan umatnya di seluruh dunia, mulai dari anak-anak hingga orang dengan keterbatasan fisik.
Hal ini membuktikan keaslian kitab suci yang terus terjaga selama belasan abad.
● Karakter Asli Nabi Muhammad SAW: Anggapan buruknya tentang Rasulullah SAW seketika runtuh.
Melalui literatur yang sah, ia justru mendapati bahwa Nabi Muhammad SAW adalah manusia dengan akhlak, lisan, dan kepribadian paling mulia.
Ia pun menyimpulkan,
"Dulu saya memusuhi Islam untuk menjatuhkannya, akhirnya Islam yang menjatuhkan (ego) saya."
Mengucapkan Syahadat dan Ujian Hidup
● Resmi Memeluk Islam: Koh Hanny resmi bersyahadat pada tahun 2013 di Mojokerto. Proses tersebut dibimbing dan dipertemukan dengan murabbi Ustaz Arifin Ilham.
● Penentangan Keluarga: Keputusannya menjadi mualaf mendatangkan ujian berat.
Ia sempat tidak diakui oleh ibunya, mendapatkan fitnah, hingga ditinggal oleh istri lamanya saat itu karena perbedaan prinsip hidup.
● Luluh berkat Akhlak Mulia: Koh Hanny memilih membalas penentangan keluarganya dengan kesabaran dan akhlak yang baik.
Sang ibu akhirnya luluhp setelah melihat perubahan positif pada diri Koh Hanny, serta menyaksikan betapa indahnya umat Islam bergotong royong mengurus jenazah cucunya tanpa pamrih.
Dedikasi Pasca Mualaf
Setelah memeluk Islam, Koh Hanny aktif bergerak dalam aksi sosial kemanusiaan serta dakwah melalui organisasi seperti Mualaf Center Indonesia (MCI).
Ia dikenal kerap membantu mendirikan masjid (salah satunya mengubah bangunan gereja dengan izin resmi menjadi Masjid Isa Al-Masih di Klaten) serta mendirikan berbagai rumah singgah bagi masyarakat pedalaman dan kurang mampu.(*)

Posting Komentar untuk "Kisah Mualaf Koh Hanny Kristianto Dapat Hidayah Gara Gara Sangat Benci Islam"