Media Duta,- Kasus pembunuhan sadis terhadap Julia Risky Ramadiana, seorang anak penyandang disabilitas yang sempat menggegerkan masyarakat Merauke, kini memasuki babak penyelesaian yang tak terduga.
Peristiwa keji ini telah menjadi luka mendalam bagi warga sekitar sejak tahun lalu.
Julia (11), yang merupakan anak penyandang disabilitas, ditemukan tak berny4wa dengan kondisi mengenaskan termvtil4si pada 27 Oktober 2025.
Jenazahnya ditemukan di kawasan Jalan Ternate, Gang Haji Kasim.
Kasus ini semakin menyita emosi publik karena saat jenazah Julia pertama kali ditemukan, sang ayah kandung berinisial MRP sempat menangis histeris dan berterima kasih di depan publik.
Siapa sangka, tangisan tersebut diduga kuat hanyalah sandiwara untuk menutupi kejah4tannya.
Mandeknya kasus ini selama berbulan-bulan akhirnya dipecahkan oleh tim penyidik yang baru.
Di bawah kepemimpinan Kasatreskrim Polres Merauke yang baru, AKP Lukyta Kustiana Putra, kasus ini kembali dijadikan prioritas utama.
Sejak Juli 2026, kepolisian melakukan peninjauan kembali secara menyeluruh, termasuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ulang dan memanggil kembali saksi-saksi kunci.
Kerja keras penyidik akhirnya membuahkan hasil signifikan pada pertengahan Agustus 2026.
Pada Selasa (18/8/2026) sore, penyidik secara maraton memeriksa MRP (ayah korban).
Usai pemeriksaan, MRP langsung ditahan di Rumah Tahanan Mapolres Merauke.
Malam harinya, rumah kediaman MRP di Kelurahan Seringgu Jaya resmi disegel menggunakan garis polisi (police line), menandakan adanya bukti kuat di lokasi tersebut.
Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga, secara resmi mengumumkan bahwa MRP telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti yang sah dan cukup.
Pihak kepolisian saat ini meminta masyarakat Merauke untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas, dan tidak mudah terprovokasi.
Detail lebih lengkap mengenai motif kejah4tan ini akan segera diungkap melalui rilis pers resmi (press release) dari Polres Merauke dalam waktu dekat.

Posting Komentar untuk "Air Mata Palsu Sang Ayah Anak Disabilitas Ternyata Dimutilasi Ayah Kandungnya"