Gila sih, ini benar-benar bikin geleng-geleng kepala. Bayangin aja, seorang oknum perwira polisi yang harusnya jadi contoh penegak hukum, malah ngamuk sampai bikin jari tangan rekan kerjanya—yang kebetulan menjabat sebagai Kasatlantas—patah!
Semua kekacauan ini cuma gara-gara satu hal: 𝐬𝐢 𝐨𝐤𝐧𝐮𝐦 𝐩𝐞𝐫𝐰𝐢𝐫𝐚 𝐧𝐠𝐠𝐚𝐤 𝐭𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐚𝐧𝐚𝐤𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢𝐭𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐢𝐤𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐥𝐚𝐩 𝐥𝐢𝐚𝐫.
Miris banget. Di saat polisi jalanan lagi capek-capeknya menertibkan jalanan dari aksi balap liar yang meresahkan warga, eh malah diacak-acak sama "orang dalam" sendiri yang merasa punya kuasa.
Bukannya mendidik anak supaya taat aturan, oknum ini malah pamer arogansi dan main fisik. Kejadian memalukan di Polresta Palangka Raya ini jadi tamparan keras kalau musuh terbesar institusi kadang bukan dari luar, tapi ego dari dalam sendiri.
Sekarang, oknum perwira itu sudah diseret ke Bidpropam Polda Kalteng buat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Hukum jalan raya itu nggak kenal status anak siapa atau bapaknya pangkat apa. Kalau melanggar, ya tetap harus ditindak.
Semoga proses sidangnya berjalan transparan tanpa ada drama saling melindungi, biar jadi pelajaran mahal kalau seragam itu dipakai untuk melindungi masyarakat, bukan jadi tameng buat melindungi kesalahan keluarga.
𝐁𝐞𝐠𝐢𝐧𝐢 𝐊𝐫𝐨𝐧𝐨𝐥𝐨𝐠𝐢𝐧𝐲𝐚:
#Waktu Kejadian: Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 18 Agustus 2026 di wilayah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
#Pemicu Insiden: Penyerangan diduga kuat dipicu karena oknum perwira tersebut tidak terima anaknya ditilang oleh personel Satlantas Polresta Palangka Raya saat terjaring operasi penertiban balap liar malam hari.
#Dampak Fisik: Akibat penyerangan fisik dan arogansi oknum tersebut, Kompol Hermanto dilaporkan mengalami cedera hingga jari tangannya patah saat berupaya menyelamatkan diri.(*)

Posting Komentar untuk "Oknum Perwira Serang Kasat Lantas Tak Terima Anaknya Ditilang Yang Balap Liar"