Pemerintah Israel menyampaikan keprihatinannya kepada pihak Amerika Serikat terkait proses perlucutan senjata Hamas dalam kerangka perundingan perdamaian di Jalur Gaza.
Pihak Israel mengkhawatirkan kelompok perlawanan Palestina tersebut dapat kembali membangun kekuatan militer serta melancarkan perekrutan anggota baru.
Juru Bicara Kantor Perdana Menteri Israel, Doron Spielman, mengklaim bahwa berdasarkan informasi intelijen, Hamas disinyalir telah memperkuat kembali kekuatannya sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025.
Pernyataan Spielman sekaligus menepis klaim oppa Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut Israel menyambut baik perkembangan rencana perlucutan senjata tersebut.
Penolakan dan kekhawatiran yang disampaikan pemerintah Israel ini berpotensi memicu hambatan baru dalam pelaksanaan roadmap perdamaian Gaza yang diinisiasi oleh Dewan Perdamaian (BoP).
Kondisi tersebut kian menyoroti dinamika rumit dalam mencapai kesepakatan demilitarissasi yang dapat diterima oleh seluruh pihak terkait.
Menurut Anda bagaimana? Apakah penyesuaian strategi diplomatik perlu dilakukan agar proses gencatan senjata dan perdamaian di Gaza dapat berjalan efektif tanpa hambatan?
Sumber:
Republika

Posting Komentar untuk "Prihatin akan Gencatan Senjata AS, Israel Ketakutan Hamas akan Bangkit Lagi"