Jakarta Media Duta,- Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Jakarta Peduli Indonesia (AMPEJAPI) menggelar aksi damai di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, untuk menolak rencana kerja sama pertahanan Personnel Protection Agreement (PPA).
Perjanjian ini dinilai berpotensi menggerus kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Koordinator AMPEJAPI, Akwila David Sianipar, menegaskan bahwa Indonesia harus mempertahankan yurisdiksi hukumnya secara penuh.
Hubungan diplomatik dan persahabatan antarnegara tidak boleh mengorbankan kedaulatan nasional. Menurutnya, siapa pun yang berada di wilayah Indonesia wajib tunduk pada hukum yang berlaku tanpa perlakuan istimewa.
"Pembahasan kerja sama pertahanan ini perlu berlangsung secara terbuka dan akuntabel.
Pemerintah harus memastikan seluruh poin kesepakatan memberikan manfaat nyata bagi bangsa, bukan justru membatasi kewenangan negara dalam menegakkan hukum di wilayah sendiri.
Transparansi kebijakan pertahanan menjadi bagian penting dari demokrasi yang berhak masyarakat ketahui," kata Akwila, Kamis (6/8/2026).
Dalam aksi tersebut, AMPEJAPI menyampaikan enam tuntutan utama kepada Pemerintah Republik Indonesia:
- Menolak Personnel Protection Agreement (PPA) karena berpotensi merugikan kedaulatan serta bertentangan dengan UUD 1945.
- Menjaga wilayah darat, laut, dan udara Indonesia dari dominasi serta intervensi militer asing.
- Menghentikan negosiasi kerja sama militer yang tidak transparan dan tidak mengutamakan kepentingan rakyat.
- Menolak keberadaan maupun perluasan pangkalan militer asing di Indonesia.
- Menerapkan prinsip timbal balik (reciprocity) dalam kerja sama internasional tanpa keistimewaan sepihak.
- Mempertahankan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif yang menjunjung tinggi supremasi hukum nasional.(*)

Posting Komentar untuk "Mahasiswa dan Pemuda Jakarta Gelar Aksi di Kedubes AS"