Sebuah think tank sayap kanan Israel, yaitu Misgav Institute for National Security and Zionist Strategy, menyewa firma lobi besar di Washington bernama Mercury Public Affairs.
Tujuannya adalah mendorong Amerika Serikat agar keluar dari PBB.
Think tank tersebut menugaskan Mercury untuk menyebarkan sebuah laporan berjudul “From UN Bureaucracy to American Global Leadership”.
Laporan itu ditulis bersama oleh Gilad Erdan (mantan Duta Besar Israel untuk PBB periode 2020–2024) dan Asher Fredman (direktur eksekutif Misgav).
Isi laporan tersebut mengatakan bahwa PBB sudah tidak bisa direformasi secara berarti, penuh politisasi, dan sering kali berlaku tidak adil terhadap Amerika Serikat serta Israel.
Oleh karena itu, Washington sebaiknya meninggalkan organisasi internasional tersebut dan mencari lembaga atau kerja sama alternatif yang lebih menguntungkan kepentingan Amerika.
Menurut data pendaftaran lobi Amerika Serikat yang diperiksa media Israel Haaretz, Misgav hanya membayar Mercury sebesar 5.000 dolar AS untuk masa kerja selama satu bulan yang berakhir pada 24 Juli.
Tugas Mercury adalah membagikan laporan itu kepada anggota Kongres dan pejabat pemerintahan Trump, serta mengatur pertemuan dengan para penulis laporan.
Targetnya mencakup komite-komite di Senat dan DPR yang mengurus luar negeri, pertahanan, dan anggaran, juga Dewan Keamanan Nasional, Kementerian Luar Negeri, Misi AS di PBB, serta Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih.
Misgav kemudian menjelaskan bahwa kerja sama itu bersifat terbatas. Mercury hanya berhasil mengatur sekitar lima pertemuan, dan setelah itu hubungan dengan firma lobi tersebut sudah dihentikan.
Lembaga ini juga menekankan bahwa mereka adalah lembaga riset independen, bukan organisasi politik.
Upaya lobi ini muncul di tengah kebijakan pemerintahan Trump yang memang sudah menarik diri dari berbagai lembaga internasional, seperti WHO, UNESCO, dan Dewan Hak Asasi Manusia PBB.
Amerika juga menghentikan pendanaan untuk UNRWA (badan PBB untuk pengungsi Palestina) dan keluar dari Perjanjian Paris tentang perubahan iklim. Bahkan pada Januari, Trump memerintahkan penarikan diri dari puluhan organisasi internasional lainnya.
Meski Amerika dan Israel tetap memiliki hubungan dekat, dalam beberapa minggu terakhir keduanya sempat berselisih pendapat terkait upaya menghentikan konflik di Gaza dan Lebanon.
Laporan Haaretz juga menyebutkan bahwa Misgav menerima sumbangan sekitar 7 juta shekel (sekitar 2,3 juta dolar AS) pada 2024–2025. Sebagian besar dana itu datang secara anonim melalui dua organisasi nirlaba di Amerika Serikat.
Secara singkat, sebuah think tank Israel menyewa firma lobi di Washington dengan biaya kecil untuk mempromosikan gagasan agar Amerika Serikat keluar dari PBB.
Mereka menargetkan pejabat pemerintahan Trump dan anggota Kongres, dengan alasan bahwa PBB sudah bias dan merugikan kepentingan Amerika serta Israel.
Sumber: Hareetz

Posting Komentar untuk "Israel Sewa Firma Lobi Washington Untuk Dorong AS Keluar dari PBB"