Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Satu Batalyon Penuh Proksi Saudi Hianati Jenderalnya, Nekat Masuk Sana'a Sambil Bawa Senjata


Media Duta,- Lanskap militer di wilayah Yaman Barat Daya mengalami pergeseran peta kekuatan yang dramatis menyusul runtuhnya lini pertahanan pasukan bentukan koalisi regional di pesisir Laut Merah. 

Otoritas militer di Sana'a secara resmi mengonfirmasi kedatangan seluruh personel Angkatan Darat dari Batalyon Pertama yang berada di bawah komando taktis Tariq Saleh (Tariq al-Afash).

Gelombang pergeseran kesetiaan massal ini terjadi setelah pasukan bersenjata Sana'a melancarkan ofensif kilat yang berhasil merebut kendali penuh atas pelabuhan strategis Mokha dan memaksa brigade-brigade pertahanan mundur.

Secara terburu-buru dari koridor pertahanan di Hays serta Al-Khawkhah guna menghindari pengepungan.

Kekacauan di internal pasukan perwakilan pro-Saudi dan UEA dilaporkan kian memuncak menyusul tewasnya Farouq Al-Khawlani, Komandan Divisi Kedua sekaligus Kepala Front Hodeidah yang gugur dalam pertempuran sengit di Pantai Barat. 

Kehilangan pucuk pimpinan lapangan tersebut memicu hilangnya moral bertempur di tingkat akar rumput, yang diperparah oleh buruknya koordinasi logistik komando atas.

 Akibat desakan militer yang masif dan ketidakpuasan mendalam, ratusan tentara dari Batalyon Pertama memilih meletakkan senjata, membawa seluruh perlengkapan taktis mereka, dan secara sukarela berbalik arah memasuki ibu kota Sana'a untuk berintegrasi dengan pasukan pertahanan nasional.

Akselerasi pembelotan massal (mass defection) ini menjadi bukti nyata keberhasilan dari maklumat Dekrit Amnesti Umum yang dikeluarkan oleh Ketua Dewan Politik Tertinggi di Sana'a, Mahdi al-Mashat.

 Berdasarkan regulasi pengampunan massal tersebut, seluruh warga Yaman yang sebelumnya didanai oleh pihak koalisi diberikan jaminan keamanan penuh dari penahanan dan tuntutan hukum.

 Asalkan mereka bersedia menghentikan konfrontasi. Langkah rekonsiliasi yang dijalankan secara taktis oleh otoritas lokal Provinsi Al-Hudaydah ini berhasil meredam pertumpahan darah lebih lanjut sekaligus mengamankan kendali mutlak Sana'a atas koridor pelayaran internasional penting di sepanjang jalur maritim Laut Merah.

Sumber berita : 

Saba News Agency (Sanaa), Yemen Armed Forces Communique, dan International Maritime Security Watch

Posting Komentar untuk "Satu Batalyon Penuh Proksi Saudi Hianati Jenderalnya, Nekat Masuk Sana'a Sambil Bawa Senjata"