Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Mengapa Ada Orang Yang Tidak Kerja Keras Tapi Rezekinya Mengalir Deras?


Media Duta,- Menurut pemikiran Imam al-Muhasibi dalam buku Psikologi Rezeki (terjemahan kitab *al-Makasib), rezeki seseorang sudah ditetapkan Allah.

 Sementara kerja keras manusia hanyalah sarana (sabab), bukan penyebab mutlak. Itu sebabnya tampak ada orang yang “tidak bekerja keras” tapi rezekinya tetap deras.

Rezeki sudah ditakar, usaha hanya menjemput

Allah sudah menetapkan bagian setiap orang. Usaha manusia dan hasilnya tidak selalu berbanding lurus seperti skor pertandingan.

 Keduanya berdampingan, tetapi tidak selalu terkait secara kausal. Yang menentukan volume dan arah rezeki adalah Allah, bukan seberapa keras seseorang membanting tulang.

Tawakkal bukan berpangku tangan. “Sebagaimana burung terbang dari sarangnya, tawakkal bukanlah berpangku tangan.” Burung keluar pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore dalam keadaan kenyang. 

Ia tetap terbang (berusaha sesuai kadarnya), lalu Allah yang memberikan. Orang yang tawakkalnya benar melakukan ikhtiar yang diperintahkan, lalu hatinya tenang menyerahkan hasilnya. Rezeki bisa datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

Dua motif bekerja menghasilkan dua kondisi jiwa.

Al-Muhasibi membedakan orang yang bekerja karena ingin menumpuk harta dengan orang yang bekerja karena menaati perintah Allah. Yang kedua biasanya lebih tenang. 

Ketika hasil tidak sesuai harapan, ia tidak guncang karena yakin rezeki sudah diatur jauh sebelumnya. Ketenangan dan ketakwaan ini sering menjadi sebab rezeki dimudahkan, bahkan dari pintu yang tidak direncanakan.

Yang tampak “tidak kerja keras” belum tentu malas.

Al-Muhasibi menganggap sikap itu menyalahi contoh para sahabat dan menyombongkan diri.

 Namun, ia juga mengakui bahwa Allah bisa memudahkan bagian seseorang melalui jalan yang tidak terlihat sebagai “kerja keras” dari luar: 

keberkahan, pemberian, sebab-sebab halus, atau ketakwaan yang membuka pintu dari arah tidak terduga (seperti isyarat QS At-Talaq 2-3).

Orang yang rezekinya deras meski tampak tidak bersusah payah biasanya memiliki kombinasi tawakkal yang benar, ikhtiar yang sesuai syariat (meski tidak spektakuler), dan ketakwaan. 

Kerja tetap wajib sebagai bentuk ibadah dan kepatuhan, tetapi hasil akhirnya tetap milik Allah.

 Titik harmoninya justru di situ: berusaha tanpa bergantung pada usaha, bertawakkal tanpa meninggalkan usaha.

Posting Komentar untuk "Mengapa Ada Orang Yang Tidak Kerja Keras Tapi Rezekinya Mengalir Deras?"