Malaysia mengecam keras aksi yang dilakukan oleh ribuan pemukim ilegal Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa yang terletak di Yerusalem Timur.
Aksi provokatif yang dipimpin langsung oleh pejabat tinggi kanan-jauh Israel tersebut dituding sebagai bagian dari rencana sistematis rezim Zionis untuk mengubah identitas hukum dan sejarah situs suci umat Islam tersebut agar kelak dapat dialihfungsikan secara total menjadi tempat ibadah umat Yahudi.
Pernyataan diplomatik tertulis tersebut dirilis secara resmi oleh Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) di bawah otoritas Menteri Luar Negeri Dato' Seri Utama Haji Mohamad bin Haji Hasan serta didukung penuh oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim.
Sikap tegas ini diambil menyusul eskalasi situasi di lapangan yang memuncak sejak awal pekan ini, bertepatan dengan masa libur hari besar keagamaan Yahudi, yaitu Tisha B'Av.
Berdasarkan laporan valid dari otoritas Wakaf Islam Yerusalem dan pantauan internasional di lapangan, tercatat sedikitnya 2.958 pemukim ekstremis Yahudi menerobos masuk secara ilegal ke dalam kompleks masjid.
Aksi pencerobohan massal ini dikawal ketat oleh aparat kepolisian bersenjata lengkap dan didukung penuh oleh kehadiran menteri kabinet sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir.
Di dalam kompleks Al-Haram Al-Sharif, kelompok pemukim tersebut secara terang-terangan melanggar aturan hukum internasional dengan melakukan ritual doa Talmud, bersujud di tanah, mengibarkan bendera Israel, serta menyanyikan lagu kebangsaan mereka.
Selama aksi pencerobohan berlangsung, otoritas pendudukan Israel menerapkan pembatasan ketat yang melarang warga Muslim lokal Palestina untuk memasuki area masjid.
Pasukan keamanan juga melakukan tindakan represif dengan mengusir, menyeret, dan memukuli para jemaah Muslim yang berada di sekitar pintu gerbang utama seperti Gerbang Damaskus dan Gerbang Mughrabi demi mengamankan jalur masuk bagi para pemukim Yahudi.
Merespons pelanggaran berat ini, Wisma Putra menegaskan bahwa pencerobohan massal tersebut bukan sekadar provokasi terpisah, melainkan sebuah strategi terencana untuk meruntuhkan kesucian Masjid Al-Aqsa dan mendobrak aturan status quo historis yang berlaku.
Malaysia secara resmi meminta masyarakat internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB (DK PBB), untuk segera mengambil tindakan konkret guna memaksa Israel menghentikan segala bentuk pencerobohan serta menuntut pertanggungjawaban hukum atas pelanggaran hukum internasional dan hukum kemanusiaan yang terus berulang.
Di akhir pernyataannya, Pemerintah Malaysia menegaskan kembali solidaritasnya yang tidak tergoyahkan bagi perjuangan rakyat Palestina.
Malaysia berkomitmen penuh untuk terus mendukung upaya pendirian negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan garis perbatasan pra-1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota yang sah.(*)


Posting Komentar untuk "Malaysia Kutuk Ribuan Pemukim Yahudi Israel Yang Kepung Masjidil Aqsha Dan Ingin Ubah Jadi Tempat Ibadah Yahudi"