Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Asmujiono Nyaris Gagal Masuk Kopassus, Tapi Prabowo Melihat “Api” Dalam Dirinya


Asmujiono, Prajurit Kopassus yang Menembus Langit Dunia: Dibanggakan Prabowo karena Kibarkan Merah Putih di Puncak Everest

Di balik kisah kejayaan Indonesia menaklukkan puncak tertinggi dunia, tersimpan sebuah cerita yang menggetarkan hati tentang Asmujiono, mantan prajurit Kopassus asal Malang, Jawa Timur.

Asmujiono  yang pernah nyaris gagal menjadi bagian dari Korps Baret Merah… hanya karena satu hal: tinggi badan.

Namun takdir berkata lain. Dan pada akhirnya, justru pria yang hampir “tereliminasi” itu menjadi sosok yang membuat Indonesia berdiri lebih tegak di mata dunia.

Kebanggaan Prabowo yang Tak Pernah Pudar

Kisah ini kembali mencuat saat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan orasi ilmiah di hadapan wisudawan Universitas Pancasila, Jakarta, yang dikutip dari kanal YouTube Universitas Pancasila pada Selasa, 7 Juni 2022.

Dalam orasinya, Prabowo menyebut dengan bangga nama Asmujiono seorang anak buah yang menurutnya bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki mental baja dan tekad yang tidak mudah dikalahkan.

Bukan kebanggaan biasa. Karena Prabowo mengetahui detail perjuangan Asmujiono sejak awal, bahkan sejak lelaki itu pertama kali mendaftar untuk menjadi anggota Kopassus.

Nyaris Gagal Masuk Kopassus, Tapi Prabowo Melihat “Api” Dalam Dirinya

Prabowo menceritakan bahwa ketika bertemu Asmujiono saat mendaftar masuk Kopassus, ia mengetahui bahwa Asmujiono tidak memenuhi syarat tinggi badan.

Kala itu, standar tinggi badan untuk masuk Kopassus adalah 170 cm, sementara Asmujiono hanya 165 cm. Namun Prabowo tidak hanya menilai dari angka.

Ia melihat sesuatu yang jauh lebih berharga: kemampuan, daya tahan, dan kekuatan luar biasa.

> “Namanya Asmujiono, hampir enggak masuk Kopassus karena dia tingginya hanya 165… tapi dia kuatnya bukan main. Akhirnya saya kasih dispensasi, masuk,”kata Prabowo dalam orasi ilmiahnya.

Keputusan memberi dispensasi itu bukan sekadar kebijakan melainkan keberanian untuk percaya pada potensi manusia.

Dan kepercayaan itu akhirnya dibayar lunas dengan prestasi yang membuat Indonesia harum.

Ekspedisi Merah Putih 1996: Misi Menaklukkan Everest

Tahun 1996, Prabowo mengorganisasi sebuah misi besar bernama Ekspedisi Merah Putih sebuah ekspedisi yang dibentuk untuk menaklukkan Gunung Everest, puncak tertinggi dunia yang berada di perbatasan Nepal dan wilayah Tibet (China).

Di antara para anggota tim ekspedisi itu, terdapat nama Asmujiono yang dulunya pernah nyaris tersingkir hanya karena tidak memenuhi syarat fisik administratif.

Namun ketika misi benar-benar dijalankan, Asmujiono membuktikan bahwa ukuran tubuh tidak pernah menentukan ukuran keberanian.

Merah Putih Berkibar di Atas Dunia

Saat tim berhasil mencapai puncak Everest, sejarah ditorehkan.

Asmujiono menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak Everest.

Sebuah momen yang bukan hanya tentang pendakian, tapi tentang martabat bangsa.

Bagi Prabowo, keberhasilan Asmujiono menjadi bukti bahwa Indonesia mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan bangsa mana pun asal memiliki kemauan, disiplin, dan keberanian untuk tidak menyerah.

Prabowo pun menutup kisah itu dengan pesan kuat:

Indonesia mampu… jika punya “will”.

Dan Asmujiono adalah bukti hidup dari kalimat itu.(*)


Posting Komentar untuk "Asmujiono Nyaris Gagal Masuk Kopassus, Tapi Prabowo Melihat “Api” Dalam Dirinya"