Di tengah gaduhnya opini dan tekanan publik, Irjen Pol Safarudin berdiri tegak membela kebenaran.
Beliau menegaskan dengan jelas : tidak ada Unsur pidana, tidak ada kejahatan.
Ibu Tri, seorang guru, hanya menegakkan disiplin—menertibkan rambut murid yang melanggar, lalu bereaksi spontan karena ucapan kasar dari murid itu sendiri.
Tidak ada memer. Tidak ada pendarahan. Tidak ada korban.
Lalu mengapa kasus ini harus dipaksakan berjalan?Apakah hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas⁉️
Ataukah karena ayah murid yang disebut-sebut “tok3 saw-it” punya relasi tertentu⁉️
Jika guru yang medidik dengan niat baik terus di Krimilisasi Siapa lagi yang berani mendidik dengan tegas⁉️
Keadilan seharusnya berpihak pada kebenaran, bukan pada kekuasaan dan
⚖️ Hukvm harus adil. Guru harus dilindun9i.Bukan sebaliknya.

Posting Komentar untuk "Irjen Pol Safarudin Berdiri Tegak Membela Kebenaran."