Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Makassar Masuk 5 Besar Kota Dunia di Program Kesehatan Lingkungan RISE


Makassar Media Duta,- Kota Makassar, Sulawesi Selatan masuk lima besar kota terpilih dalam program kesehatan lingkungan. 

Program tersebut kini tengah diseleksi masuk finalisasi untuk meraih penghargaan internasional yang akan diumumkan di New York City (NYC) pada April 2026 mendatang.

Sebelumnya, ada 300 kota yang mengikuti program ini, namun hanya lima yang dinyatakan ke tahap selanjutnya. 

"Kota Makassar masuk dalam 5 kota yang terpilih dari 300 kota di dunia  untuk program kesehatan lingkungannya, ini sudah diseleksi mendapat award di NYC pada Bulan April 2026.

Selamat buat Pak Wali Kota Makassar (pak Munafri)," demikian pesan informasi dari NYC disampaikan oleh RISE (Revitalizing Informal Settlements and their Enviroments), kepada Wali Kota Munafri, Minggu (25/1/2026).

Program RISE (Revitalizing Informal Settlements and their Enviroments)

Merupakan program berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan dan lingkungan pemukiman untuk pembangunan berkelanjutan.

Program RISE ini tidak hanya menyelesaikan masalah sanitasi.Tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang lingkungan dan air bersih. 

Capaian ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan inovasi pembangunan.

Orientasinya pada keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. 

Beragam program unggulan yang digagas Pemkot dinilai mampu menjawab tantangan perkotaan modern sekaligus selaras dengan agenda global di bidang kesehatan lingkungan.

Perwakilan WRI World Resources Institute (WRI) Ruan dan Program Penelitian RISE (Revitalizing Informal Settlements and Their Environment) Indonesia yang dipimpin oleh Diego Rivera meyampaikan banyak hal. 

Katanya, program RISE yang dijalankan di Kota Makassar, disebut menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. 

Proyek tersebut terpilih sebagai salah satu dari lima proyek terbaik dunia yang masuk nominasi WRI Ross Center Prize for Cities.

Sebuah penghargaan bergengsi yang menilai inovasi kota dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan inklusif.

"Tujuan kunjungan kami adalah karena program RISE telah terpilih sebagai salah satu dari lima proyek global yang dinilai memiliki dampak signifikan dalam memperbaiki kota-kota di seluruh dunia," ujar Diego Rivera.

Dia menjelaskan, dari ratusan proyek yang dinilai secara global, hanya lima yang terpilih untuk masuk tahap akhir.

Tim WRI pun melakukan kunjungan langsung ke masing-masing lokasi dengan membawa kru film profesional untuk memproduksi film pendek tentang setiap proyek.

"Film pendek wawancara program ini, kami tayangkan pada acara khusus di New York pada bulan April mendatang. Setelah seluruh film diputar, pemenang WRI Ross Center Prize for Cities akan diumumkan," jelasnya.

Menurut Diego, Makassar memiliki peran yang sangat strategis dalam proses ini. Tim WRI sudah mengunjungi sejumlah komunitas penerima manfaat program RISE.

Seperti Untia dan Bone Lengga, untuk berdialog langsung dengan warga serta mendokumentasikan dampak nyata program tersebut.

"Kami berharap Makassar bisa menang. Namun, terpilih sebagai satu dari lima proyek terbaik dunia saja sudah merupakan pencapaian yang luar biasa. Dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap RISE sangat berarti bagi kami," tambahnya, belum lama ini. 

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pengakuan internasional yang diraih Kota Makassar melalui program RISE. 

Ia menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Makassar, telah memberikan dukungan yang dibutuhkan selama proses produksi film maupun pengembangan program RISE ke depan.

"Kami siap mendukung sepenuhnya. Proyek ini sangat baik dan bisa menjadi latihan penting bagi kami untuk diterapkan di wilayah lain di Makassar," tegasnya.

Menurutnya, Makassar berpotensi menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia. 

Utamanya dalam mengembangkan kawasan permukiman yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan.

"Makassar bisa menunjukkan jalan bagi kota-kota lain di Indonesia. Posisi ini sangat baik, dan kami bangga WRI menampilkan Makassar sebagai salah satu dari lima kota di panggung dunia," tutupnya. 

Sebelumnya, Selasa (13/1/2026), Munafri telah memaparkan berbagai program unggulan menghadapi persoalan banjir, akses air bersih, sanitasi.

Paparan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri wawancara singkat bersama WRI Ruan yang dipimpin oleh Diego Rivera dari Monash University, di Balai Kota Makassar.

Dalam kesempatan itu, Munafri Arifuddin menjelaskan, persoalan banjir, air minum, dan sanitasi merupakan tantangan klasik yang hingga kini masih menjadi pekerjaan besar Pemerintah Kota Makassar.

Persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan. Tetapi juga langsung memengaruhi kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Makassar Mulia

Makassar Masuk 5 Besar Kota Dunia di Program Kesehatan Lingkungan RISE

zoom-inMakassar Masuk 5 Besar Kota Dunia di Program Kesehatan Lingkungan RISE
Humas Pemkot Makassar
AUDIENSI RISE - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerima tim RISE (Revitalizing Informal Settlements and their Environments) di Balai Kota Makassar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Selasa (13/1/2026). (Humas Pemkot Makassar) 
Ringkasan Berita:
  • Makassar berhasil lolos lima besar dari 300 kota dunia dalam program RISE untuk kesehatan lingkungan. 
  • Program ini meningkatkan kualitas sanitasi, air bersih, dan kesadaran warga terhadap lingkungan. 
  • Penghargaan final akan diumumkan di New York, April 2026, menjadikan Makassar contoh kota berkelanjutan di tingkat internasional.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -

Makassar Media Duta,- Kota Makassar, Sulawesi Selatan masuk lima besar kota terpilih dalam program kesehatan lingkungan. 

Program tersebut kini tengah diseleksi masuk finalisasi untuk meraih penghargaan internasional yang akan diumumkan di New York City (NYC) pada April 2026 mendatang.

Sebelumnya, ada 300 kota yang mengikuti program ini, namun hanya lima yang dinyatakan ke tahap selanjutnya. 

"Kota Makassar masuk dalam 5 kota yang terpilih dari 300 kota di dunia  untuk program kesehatan lingkungannya, ini sudah diseleksi mendapat award di NYC pada Bulan April 2026.

Selamat buat Pak Wali Kota Makassar (pak Munafri)," demikian pesan informasi dari NYC disampaikan oleh RISE (Revitalizing Informal Settlements and their Enviroments), kepada Wali Kota Munafri, Minggu (25/1/2026).

Program RISE (Revitalizing Informal Settlements and their Enviroments)

Merupakan program berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan dan lingkungan pemukiman untuk pembangunan berkelanjutan.

Program RISE ini tidak hanya menyelesaikan masalah sanitasi.Tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang lingkungan dan air bersih. 

Capaian ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan inovasi pembangunan.

Orientasinya pada keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. 

Beragam program unggulan yang digagas Pemkot dinilai mampu menjawab tantangan perkotaan modern sekaligus selaras dengan agenda global di bidang kesehatan lingkungan.

Perwakilan WRI World Resources Institute (WRI) Ruan dan Program Penelitian RISE (Revitalizing Informal Settlements and Their Environment) Indonesia yang dipimpin oleh Diego Rivera meyampaikan banyak hal. 

Katanya, program RISE yang dijalankan di Kota Makassar, disebut menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. 

Proyek tersebut terpilih sebagai salah satu dari lima proyek terbaik dunia yang masuk nominasi WRI Ross Center Prize for Cities.

Sebuah penghargaan bergengsi yang menilai inovasi kota dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan inklusif.

"Tujuan kunjungan kami adalah karena program RISE telah terpilih sebagai salah satu dari lima proyek global yang dinilai memiliki dampak signifikan dalam memperbaiki kota-kota di seluruh dunia," ujar Diego Rivera.

Dia menjelaskan, dari ratusan proyek yang dinilai secara global, hanya lima yang terpilih untuk masuk tahap akhir.

Tim WRI pun melakukan kunjungan langsung ke masing-masing lokasi dengan membawa kru film profesional untuk memproduksi film pendek tentang setiap proyek.

"Film pendek wawancara program ini, kami tayangkan pada acara khusus di New York pada bulan April mendatang. Setelah seluruh film diputar, pemenang WRI Ross Center Prize for Cities akan diumumkan," jelasnya.

Menurut Diego, Makassar memiliki peran yang sangat strategis dalam proses ini. Tim WRI sudah mengunjungi sejumlah komunitas penerima manfaat program RISE.

Seperti Untia dan Bone Lengga, untuk berdialog langsung dengan warga serta mendokumentasikan dampak nyata program tersebut.

"Kami berharap Makassar bisa menang. Namun, terpilih sebagai satu dari lima proyek terbaik dunia saja sudah merupakan pencapaian yang luar biasa. Dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap RISE sangat berarti bagi kami," tambahnya, belum lama ini. 

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pengakuan internasional yang diraih Kota Makassar melalui program RISE. 

Ia menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Makassar, telah memberikan dukungan yang dibutuhkan selama proses produksi film maupun pengembangan program RISE ke depan.

"Kami siap mendukung sepenuhnya. Proyek ini sangat baik dan bisa menjadi latihan penting bagi kami untuk diterapkan di wilayah lain di Makassar," tegasnya.

Menurutnya, Makassar berpotensi menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia. 

Utamanya dalam mengembangkan kawasan permukiman yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan.

"Makassar bisa menunjukkan jalan bagi kota-kota lain di Indonesia. Posisi ini sangat baik, dan kami bangga WRI menampilkan Makassar sebagai salah satu dari lima kota di panggung dunia," tutupnya. 

Sebelumnya, Selasa (13/1/2026), Munafri telah memaparkan berbagai program unggulan menghadapi persoalan banjir, akses air bersih, sanitasi.

Paparan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri wawancara singkat bersama WRI Ruan yang dipimpin oleh Diego Rivera dari Monash University, di Balai Kota Makassar.

Dalam kesempatan itu, Munafri Arifuddin menjelaskan, persoalan banjir, air minum, dan sanitasi merupakan tantangan klasik yang hingga kini masih menjadi pekerjaan besar Pemerintah Kota Makassar.

Persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan. Tetapi juga langsung memengaruhi kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Posting Komentar untuk "Makassar Masuk 5 Besar Kota Dunia di Program Kesehatan Lingkungan RISE"