Pangkat dan seragam seharusnya menjadi pelindung bagi rakyat, bukan sesuatu yang justru membuat orang kecil merasa takut dan tak berdaya.
Melihat seorang kakek renta yang hanya ingin mencari nafkah dituduh sembarangan sampai tubuhnya gemetar ketakutan… sungguh peristiwa yang melukai hati nurani siapa pun yang masih punya rasa kemanusiaan.
Di usianya yang tak lagi muda, beliau tidak meminta kemewahan.Ia hanya menjajakan jajanan sederhana, demi membawa pulang sedikit rezeki halal untuk keluarganya.
Namun tuduhan tanpa bukti—menyebut dagangannya sebagai “busa”—bukan hanya keliru, tapi juga merampas kehormatan dan mematikan sumber penghidupannya dalam sekejap.
Coba bayangkan…
bagaimana jika yang diperlakukan seperti itu adalah ayah kita sendiri? Atau kakek yang kita sayangi?
Dituduh di depan kamera, disaksikan banyak orang, tanpa kesempatan membela diri dengan layak. Hati siapa yang tidak hancur melihatnya?
Permintaan maaf memang penting.Tapi yang jauh lebih penting adalah perubahan sikap dan hati.
Karena wibawa sebuah seragam tidak lahir dari kerasnya suara atau tingginya pangkat, melainkan dari empati, keadilan, dan keberpihakan kepada mereka yang paling lemah.
Semoga kejadian ini menjadi pengingat, bahwa kekuasaan tanpa nurani hanya akan melukai,dan rakyat kecil pun punya martabat yang wajib dijaga.(*)

Posting Komentar untuk "Pangkat dan Baju Seragam Seharusnya Jadi Pelindung Rakyat Bukan Sebaliknya"