Atan pulang ke Makassar. Sebelum terbang, ada satu pelukan yang terasa lebih lama dari biasanya — pelukan yang berisi doa, rindu, dan kasih sayang dari orang-orang Ternate yang selama ini menjadi keluarganya di perantauan.
Di sini, Atan tak pernah benar-benar sendiri. Banyak tangan yang mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang, banyak hati yang tulus merawatnya.
Bahkan ada yang ingin menjadikannya anak sendiri. Namun, takdir membawa Atan kembali ke kampung halamannya.Kini Atan pergi dengan membawa kenangan tentang orang-orang baik yang pernah menemaninya tumbuh.
Untuk keluarga Atan di kampung, kami titip harapan kecil:
peluklah Atan seperti kami memeluknya, sayangilah dia seperti kami menyayanginya.
Sebab Atan telah belajar arti keluarga dari mereka yang tak sedarah —
Namun mencintainya sepenuh jiwa.
Semoga ke mana pun ia melangkah, Atan selalu dalam lindungan kasih sayang.

Posting Komentar untuk "Pelukan Terisi Do'a Rindu dan Kasih Sayang Dari Orang Ternate Yang Jadi Keluarga di Perantauan"