Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Tiga Putra Sulsel Terima Jenderal Kehormatan dari Presiden Prabowo.


Dalam suasana khidmat yang dipenuhi nuansa kebanggaan dan sejarah, Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Landasan Suparlan, Kompleks Pendidikan dan Pelatihan Kopassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu, 10 Agustus 2025.

Upacara ini bukan sekadar seremoni—melainkan momen monumental yang menandai babak baru dalam sejarah pertahanan Indonesia.

 Presiden Prabowo menganugerahkan pangkat jenderal kehormatan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki kontribusi luar biasa dalam memperkuat pertahanan negara.

 Selain itu, ia juga menyematkan Bintang Sakti, penghargaan tertinggi bagi prajurit yang menunjukkan keberanian luar biasa dalam tugas negara.

Acara ini juga menjadi ajang pelantikan sejumlah perwira tinggi TNI untuk memimpin komando-komando strategis, mulai dari Panglima Kopassus, Panglima Korps Marinir.

 Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat, hingga Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional. Presiden bahkan meresmikan berbagai satuan baru yang memperkuat struktur pertahanan mulai dari darat, laut, udara, hingga pasukan khusus.

Namun sorotan terbesar hari itu tertuju pada tiga putra terbaik asal Sulawesi Selatan, yang namanya kembali bergema di tingkat nasional:

1. Jenderal TNI Sjafrie Syamsoeddin – Dari Prajurit Muda hingga Menhan RI.

Lahir di Ujungpandang pada 30 Oktober 1952, Sjafrie Syamsoeddin tumbuh dalam keluarga besar militer sebagai anak keenam dari 11 bersaudara. Ia masuk AKABRI pada 1971 dan lulus pada 1974, seangkatan dengan Prabowo Subianto dan Ryamizard Ryacudu.

Karier militernya gemilang:

Lulusan terbaik Seskoad 1989 dan peraih Adhi Makayasa

Bergabung dengan Kopassus sejak 1975

Komandan Nanggala X pada 1976

Wakil Menteri Pertahanan (2010–2014)

Menteri Pertahanan RI sejak 21 Oktober 2024

Pada 10 Agustus 2025, Sjafrie dianugerahi pangkat Jenderal (Kehormatan) sebagai penghargaan atas pengabdian panjangnya dalam dunia pertahanan.

2. Jenderal TNI Yunus Yosfiah – Prajurit Senior yang Tetap Mengabdi.

Lahir pada 7 Agustus 1944, Muhammad Yunus Yosfiah adalah lulusan AMN 1965 yang dikenal luas di dunia militer dan politik. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan terakhir sebelum lembaga itu dibubarkan pada era Presiden Abdurrahman Wahid.

Meski perjalanan kariernya tidak lepas dari kontroversi termasuk kasus Balibo Five yang ditutup oleh pemerintah Indonesia dedikasinya dalam operasi militer strategis menjadikannya figur penting dalam sejarah TNI.

Pada 10 Agustus 2025, Yunus Yosfiah resmi menerima pangkat Jenderal (Kehormatan).

3. Letnan Jenderal Deny Muis – Putra Makassar yang Mengukir Jejak di Langit Pertahanan

Lahir di Makassar pada 26 Agustus 1968, Letjen Deny Muis adalah lulusan AAU 1993 dan berasal dari satuan elite Kopasgat. Ia pernah terjun langsung dalam Operasi Seroja, bergabung bersama para perwira besar seperti Agus Subiyanto, Tandyo Budi Revita, dan bahkan Prabowo Subianto.

Riwayat jabatan pentingnya mencakup:

Kadisops Wing III Diklat Paskhas

Komandan Kopasgat

Komandan Grup B Paspampres (2014–2018), pengawal Wapres Jusuf Kalla

Wakil Komandan Paspampres (2018), pengawal Presiden Jokowi

Pada upacara tersebut, Deny Muis dilantik menjadi Panglima Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) dan naik pangkat menjadi Perwira Tinggi Bintang Tiga.

Sebuah Babak Baru Pertahanan Indonesia 

Upacara di Batujajar itu bukan sekadar penanda perubahan struktur komando, tetapi juga selebrasi terhadap dedikasi, pengorbanan, dan kejayaan para prajurit terbaik bangsa.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, hari itu menjadi simbol bahwa penghargaan tertinggi selalu diberikan bagi mereka yang bekerja tanpa pamrih untuk kejayaan Republik.(*)

Posting Komentar untuk "Tiga Putra Sulsel Terima Jenderal Kehormatan dari Presiden Prabowo. "