Kasus dugaan bunuh diri yang melibatkan seorang anak sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) memicu keprihatinan luas.
Peristiwa ini menyoroti kondisi sosial dan pendidikan yang dihadapi anak-anak, terutama mereka yang berasal dari keluarga rentan.
Tragedi tersebut tidak hanya menjadi duka bagi keluarga, tetapi juga cerminan persoalan serius yang masih membayangi pemenuhan hak dasar anak.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyebut kejadian ini sebagai “alarm keras bagi negara.” Ia menegaskan bahwa negara harus hadir secara nyata dalam memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan, akses pendidikan yang layak, serta dukungan sosial dan psikologis yang memadai.
Menurutnya, kasus ini tidak bisa dilihat sebagai insiden tunggal, melainkan peringatan atas ketimpangan dan lemahnya sistem perlindungan anak di berbagai daerah.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya peran negara, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan aman bagi anak-anak agar tragedi serupa tidak terulang.
Ia memilih pergi demi untuk menyelamatkan ibunya
Sudah viral baru semua tau kalau keluarga @nk y@ng bvvnd!rr ini luput dari bantuan bansos pemerintah.
Karena masalah ekonomi anak yang masih di usia bermain harus senekat itu.
Mungkin ia sering melihat dan merasakan ibunya kesusahan dalam membiayai dirinya dan adik adiknya. (*)


Posting Komentar untuk "Anak SD di NTT Gantung Diri, Ketua Komisi X DPR: Alarm Keras bagi Negara"