Wacana suksesi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) kembali mengemuka di kalangan pengamat militer, meski Jenderal TNI Maruli Simanjuntak hingga kini masih aktif menjabat sebagai KSAD dan secara administratif belum memasuki masa pensiun.
Jenderal Maruli, lulusan Akademi Militer 1992, baru akan mencapai usia pensiun perwira tinggi TNI pada 2028, kecuali terjadi promosi atau rotasi strategis sebelumnya.
Meski demikian, dinamika rotasi jabatan di level perwira tinggi membuat sejumlah nama mulai disebut-sebut sebagai figur yang memiliki modal kuat apabila estafet kepemimpinan TNI AD bergulir.Dua di antaranya adalah Kasum TNI Letjen TNI Richard Taruli Haroja Tampubolon dan Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (Sestama BIN) Letjen TNI Rafael Granada Baay.
Pengamat militer dan intelijen Dr. Susaningtyas Nefo Kertopati menilai, kedua Letnan Jenderal tersebut secara kapasitas memenuhi parameter umum calon KSAD.
Keduanya pernah menjabat Panglima Daerah Militer (Pangdam), posisi strategis dalam pembinaan kekuatan teritorial TNI AD, serta memiliki pemahaman geopolitik yang relevan dengan tantangan pertahanan ke depan.
Letjen Richard Tampubolon, lulusan Akmil 1992, dikenal memiliki rekam jejak operasi dan komando yang kuat, termasuk sebagai mantan Pangdam XVI/Pattimura dan Pangkogabwilhan III.
Sementara Letjen Rafael Granada Baay, lulusan Akmil 1993, memiliki latar belakang intelijen dan pengamanan negara, dengan pengalaman sebagai mantan Danpampres dan Pangdam V/Brawijaya.
Perlu dicatat, penunjukan KSAD merupakan hak prerogatif Presiden Republik Indonesia berdasarkan usulan Panglima TNI.
Karena itu, diskursus mengenai calon KSAD saat ini lebih tepat dibaca sebagai analisis prediktif atas dinamika internal TNI, bukan sebagai keputusan yang telah ditetapkan.
Namun, menghangatnya pembahasan ini menunjukkan bagaimana regenerasi kepemimpinan TNI AD terus menjadi perhatian, bahkan ketika pejabat petahana masih menjalankan masa tugasnya secara penuh.(*)

Posting Komentar untuk "Berita Menghangat Dilingkaran TNI, Dua Letjen Disebut Punya Modal Kuat Jadi KSAT"