Berasal dari keluarga sederhana, ia tumbuh tanpa kemewahan. Tidak ada fasilitas istimewa, tidak ada “orang dalam”.
Yang ia punya hanyalah tekad kuat dan waktu-waktu sunyi yang diisi dengan menghafal ayat demi ayat Al-Qur’an.
Saat teman-teman sebayanya sibuk dengan dunia masing-masing, ia memilih duduk bersama mushaf, mengulang hafalan, menjaga amanah 30 juz di dalam dadanya.
Perjuangannya tidak mudah. Rasa lelah, jenuh, bahkan mungkin rasa ingin menyerah pernah datang.
Tapi setiap kali itu terjadi, ia kembali menguatkan niat: bahwa ilmu Al-Qur’an tidak hanya untuk dihafal, tapi juga untuk menuntun jalan hidup.
Hingga akhirnya, takdir indah itu datang. Hafalan 30 juz yang ia jaga dengan penuh kesungguhan menjadi salah satu jalan ia diterima menjadi anggota kepolisian.
Dari rumah sederhana, kini ia berdiri gagah sebagai Bhayangkara muda — bukan hanya membawa nama institusi, tapi juga membawa cahaya Al-Qur’an dalam dirinya.Kisah Bripda Bikhar mengajarkan kita satu hal yang sangat dalam: tidak ada usaha yang sia-sia, apalagi yang dilakukan karena Allah.
Apa yang kita jaga hari ini dengan penuh keikhlasan, bisa jadi itulah yang mengangkat derajat kita esok hari.
Semoga langkahnya selalu dilindungi, tugasnya diberkahi, dan hafalan Al-Qur’annya terus menjadi cahaya dalam setiap keputusan yang ia ambil. Aamiin ๐คฒ✨

Posting Komentar untuk "Bripda Bikhar Membuktikan Jalan Hidup Bisa Dibuka Lewat Kedekatan Al-Qur’an"