Di dunia militer dan intelijen, nama Muhammad Herindra adalah sinonim dari kecerdasan taktis dan loyalitas tanpa batas. Pria kelahiran Magelang, 30 November 1964 ini, bukan hanya seorang purnawirawan jenderal biasa.
Ia adalah seorang pemikir strategis yang kini dipercaya memegang tongkat komando sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sejak Oktober 2024.
Karier cemerlangnya mencapai titik puncak kehormatan pada 10 Agustus 2025, ketika Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pangkat Jenderal (Kehormatan) kepadanya—sebuah pengakuan atas dedikasi luar biasa sepanjang sejarah pengabdiannya.
Sang Lulusan Terbaik: Jejak Adhi Makayasa
Latar belakang Herindra adalah definisi dari keunggulan. Sebagai putra dari perwira menengah TNI, ia menempa diri di kawah candradimuka Akademi Militer.
Hasilnya tidak main-main; Herindra lulus pada tahun 1987 sebagai penerima Adhi Makayasa, penghargaan tertinggi bagi lulusan terbaik di angkatannya.
Kecerdasannya tidak berhenti di lapangan tempur. Herindra adalah jenderal yang sangat haus akan ilmu pengetahuan.
Ia meraih gelar master di bidang intelijen dan hubungan internasional dari Universitas Salford, Inggris, serta ilmu sosial dari Universitas Nasional Malaysia.
Kombinasi antara kekuatan fisik Kopassus dan ketajaman akademis inilah yang membentuk karakter kepemimpinannya.
Pasukan Khusus dan Integritas di Lapangan
Sebagian besar karier militer Herindra dihabiskan di lingkungan Kopassus.
Dari komandan batalyon penanggulangan teror hingga menjabat sebagai Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus, ia telah melintasi berbagai medan penugasan.
Namun, integritasnya paling diuji saat ia bertugas di luar pasukan khusus. Saat menjabat sebagai Dandim di Bengkalis, Riau, ia menjadi aktor kunci dalam pemberantasan pembalakan liar yang merajalela, bahkan berhasil mengamankan puluhan ton kayu ilegal.
Ia membuktikan bahwa seorang prajurit Kopassus juga bisa menjadi pelindung kelestarian alam dan hukum.
Tangan Kanan Prabowo di Pertahanan
Sebelum dilantik menjadi Kepala BIN, Herindra adalah sosok "tangan kanan" yang sangat diandalkan oleh Prabowo Subianto saat menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan (2020–2024).
Keduanya membentuk duet maut dalam memodernisasi alutsista dan memperkuat diplomasi pertahanan Indonesia di kancah global.
Hubungan keduanya sangatlah dekat, bahkan Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto hadir secara langsung sebagai saksi dalam pernikahan putra tunggal Herindra pada akhir 2022 lalu—sebuah bukti kepercayaan personal yang sangat tinggi dari para pemimpin tertinggi negara.
Menuju BIN: Menjaga Kedaulatan di Era Modern. Sebagai Kepala BIN, Herindra kini memikul tanggung jawab untuk memetakan ancaman global dan domestik yang semakin kompleks.
Dengan latar belakang pendidikan intelijen internasional yang kuat, ia diharapkan mampu membawa BIN menjadi lembaga telik sandi yang lebih modern, berbasis data, dan mampu melakukan deteksi dini terhadap segala bentuk gangguan keamanan nasional.
Dari seorang perwira muda lulusan terbaik hingga menjadi Jenderal Kehormatan yang menjaga rahasia negara, perjalanan Muhammad Herindra adalah cermin dari dedikasi seorang prajurit yang terus bertransformasi demi kemajuan bangsa. (Wikipedia)

Posting Komentar untuk "Dari Adhi Makayasa ke Puncak Intelijen: Mengenal Muhammad Herindra, Sosok "Mata" Negara Kepercayaan Prabowo"