Dulu Jenderal Bintang 3 Paling Berpengaruh, Kini Nasibnya Berubah Drastis Jadi Petani di Kampung. Lihat Penampilannya Sekarang!
Roda kehidupan memang tidak pernah ada yang tahu ke mana akan berputar. Kalimat bijak ini nampaknya sangat menggambarkan sosok Susno Duadji.
Pria yang dulu dikenal sebagai "singa" di Mabes Polri dengan pangkat Komisaris Jenderal (Bintang 3), kini justru memilih jalan hidup yang jauh dari gemerlap kekuasaan.
Jika dulu ia dikelilingi ajudan dan protokol ketat, kini Susno lebih sering terlihat sendirian di tengah kebun kopi, hanya ditemani cangkul dan sepatu bot karet.Puncak Kejayaan: Sang "Truno 3" yang Mengguncang Indonesia. Bagi masyarakat yang mengikuti dinamika hukum di tahun 2009, nama Susno Duadji adalah jaminan berita utama.
Sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), ia adalah orang nomor tiga paling kuat di Polri, atau yang populer dengan sebutan "Truno 3".
Ia bukan sekadar jenderal biasa. Susno adalah pakar investigasi lulusan luar negeri yang kecerdasannya diakui.
Namun, namanya meledak secara kontroversial saat ia melontarkan istilah "Cicak vs Buaya".
Istilah ini menjadi sejarah besar dalam perseteruan antara Polri dan KPK yang hingga kini masih terus diingat publik.
Kejatuhan dan Masa Kelam di Penjara
Namun, pepatah "semakin tinggi pohon, semakin kencang angin berhembus" benar-benar menimpa Susno.
Di tengah pengaruhnya yang besar, ia terseret kasus korupsi pengamanan Pilkada Jawa Barat dan kasus PT Salmah Arowana Lestari.
Vonis 3,5 tahun penjara harus ia jalani. Karier mentereng yang ia bangun selama puluhan tahun di kepolisian pun harus berakhir di balik jeruji besi Lapas Cibinong.
Banyak yang mengira karir dan nama besarnya akan habis ditelan waktu setelah ia bebas pada 2015.
Penampilan Sekarang: Dari Seragam Kebanggaan ke Topi Caping
Alih-alih mencoba kembali ke panggung elit Jakarta, Susno Duadji justru membuat keputusan mengejutkan. Ia memilih "pulang kampung" ke Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Penampilan terbarunya kini sering viral di media sosial. Melalui akun pribadinya, Susno kerap membagikan foto dan video yang bikin netizen geleng-geleng kepala:
Mencangkul di lereng gunung: Tanpa rasa canggung, tangannya yang dulu biasa menandatangani dokumen negara, kini akrab dengan gagang cangkul.
Memanen Kopi: Ia tampak menikmati perannya sebagai petani kopi lokal di kawasan Dempo Selatan.
Makan di Pinggir Sawah: Tanpa gengsi, ia sering memamerkan momen makan siang sederhana dengan menu khas desa di atas tanah kebunnya.
"Hidup itu sederhana, yang hebat itu adalah pengabdiannya. Jadi petani itu mulia dan yang paling penting: hati tenang," ungkap Susno dalam salah satu unggahannya.
Pelajaran Hidup: Berdamai dengan Masa Lalu. Kisah Susno Duadji bukan sekadar cerita tentang pensiunan jenderal. Ini adalah kisah tentang penerimaan diri.
Gagal dalam upayanya menuju senayan di Pemilu 2024 kemarin tidak membuatnya terpuruk. Ia justru membuktikan bahwa kebahagiaan tidak melulu soal jabatan atau pangkat.
Transformasi dari "Buaya" yang ditakuti menjadi "Petani" yang bersahaja ini menjadi pengingat bagi kita semua: bahwa pada akhirnya, kita semua akan kembali ke akar dan mencari kedamaian yang sesungguhnya.
Sumber: Wikipedia

Posting Komentar untuk "Jenderal Bintang 3 Susno Duadji Menjadi Petani Berhasil di Kampung"