Berbekal Koran dan Kue di Jalanan: Kisah Mahyeldi Ansharullah, Anak Supir Becak Kini Menjadi Gubernur Sumatera Barat.
Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.M., bergelar Datuak Marajo, adalah figur yang tumbuh dari kerasnya perjuangan hidup di trotoar jalanan. Lahir di Bukittinggi pada 25 Desember 1966, ia adalah sulung dari tujuh bersaudara.
Ayahnya, Mardanis, menyambung hidup sebagai buruh angkat dan supir becak. Sejak kecil, Mahyeldi sudah memahami bahwa pendidikan adalah kemewahan yang harus dibayar dengan keringatnya sendiri.
Titik awal kariernya dimulai sejak masih duduk di bangku sekolah dasar hingga menengah. Untuk membantu ekonomi keluarga dan membiayai sekolahnya, Mahyeldi tidak malu melakoni berbagai pekerjaan kasar.Di Dumai, ia berjualan ikan di pagi hari dan menjadi loper koran di malam hari. Saat SMA di Bukittinggi, ia menjajakan kue di sore hari dan bahkan beternak kerbau untuk mengumpulkan biaya kuliah.
Kedisiplinan yang ditempa di jalanan inilah yang membentuk integritasnya saat ia berhasil menamatkan studi di Fakultas Pertanian Universitas Andalas dan mulai merintis karier di dunia dakwah serta politik.
Titik balik besar dalam karier politiknya terjadi ketika ia terpilih dengan suara terbanyak sebagai anggota DPRD Sumatera Barat pada 2004. Dari sana, jalannya menuju kursi eksekutif terbuka lebar.
Ia menjabat sebagai Wakil Wali Kota Padang (2009-2014), kemudian menjadi Wali Kota Padang selama dua periode.
Keberhasilannya yang paling fenomenal adalah menata kawasan Pantai Padang dan Pasar Raya tanpa kekerasan, serta mengembalikan penghargaan Adipura ke Kota Padang setelah absen selama delapan tahun.
Pada 25 Februari 2021, Mahyeldi resmi dilantik sebagai Gubernur Sumatera Barat ke-10 oleh Presiden Joko Widodo.
Di bawah kepemimpinannya, Sumatera Barat terus didorong menjadi provinsi yang mengedepankan nilai-nilai syariah, penguatan ekonomi pertanian, dan perbaikan infrastruktur.
Perjalanan Mahyeldi dari seorang anak supir becak yang berjualan koran hingga menjadi pemimpin tertinggi di Ranah Minang adalah pengingat bagi setiap anak daerah:
Bahwa dengan ketulusan dan kerja keras, takdir yang sulit bisa diubah menjadi pengabdian yang penuh martabat.
Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia - "Mahyeldi"

Posting Komentar untuk "Kisah Mahyeldi Ansharullah, Anak Supir Becak Kini Menjadi Gubernur Sumatera Barat "