Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Lodewyk Pusung Dari Medan Pengabdian Militer hingga Penguatan Gizi Nasional


Lodewyk Pusung lahir pada 27 September 1960 di Manado, Sulawesi Utara. Putra daerah asal Paslaten, Kauditan, Minahasa Utara ini tumbuh dengan semangat pengabdian yang kuat kepada bangsa dan negara.

 Perjalanan hidupnya menjadi potret dedikasi panjang seorang prajurit yang meniti karier dari bawah hingga mencapai pangkat Letnan Jenderal TNI (Kehormatan).

Lulusan Akademi Militer tahun 1985 ini dikenal berpengalaman di bidang infanteri. 

Dalam karier militernya di TNI Angkatan Darat, ia terlibat dalam berbagai penugasan penting, termasuk Operasi Seroja. Kepemimpinannya teruji dalam berbagai posisi strategis.

Salah satu jabatan penting yang pernah diembannya adalah Pangdam I/Bukit Barisan pada periode 18 Agustus 2015 hingga 22 Februari 2017, menggantikan Edy Rahmayadi dan kemudian diteruskan oleh Cucu Sumantri. 

Sebelum mengakhiri masa dinas militernya pada 2018, ia juga dipercaya menjabat sebagai Asisten Operasi Panglima TNI—sebuah posisi strategis yang menuntut ketegasan, ketelitian, dan visi kebangsaan yang kuat.

Memasuki babak baru pengabdian, Lodewyk Pusung dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sejak 22 Oktober 2024. 

Dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, ia bekerja bersama Sonny Sanjaya dan Nanik Sudaryati Deyang di bawah kepemimpinan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.

 Jabatan ini menjadi tonggak penting dalam kontribusinya membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui penguatan program gizi nasional.

Selain dikenal sebagai perwira tinggi yang tegas dan berintegritas, Lodewyk juga aktif dalam ranah politik sebagai kader Partai Gerindra. 

Di balik ketegasan seorang jenderal, ia adalah sosok keluarga yang bersanding dengan Mathilda S. Mangindaan.

Perjalanan Lodewyk Pusung menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak berhenti ketika seragam dilepas. 

Dari medan operasi hingga meja kebijakan nasional, dedikasinya tetap menyala mewujudkan Indonesia yang lebih kuat dan lebih sehat.(*)

Posting Komentar untuk "Lodewyk Pusung Dari Medan Pengabdian Militer hingga Penguatan Gizi Nasional"