Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Masih Ingat kah Kalian Kasus Bocah Salah Masuk Gang Terus Hilang


Masih ingat kah kalian kasus  bocah salah masuk gang terus hilang, cctv katanya kehapus, dengan hasil otopsi yang gak transparan  ?? 

Anak tiga belas tahun namanya Afif Maulana , Umur segitu harusnya masih ribut soal PR, soal ditegur guru, soal dimarahi orang tua karena pulang kemalaman.

Bukan soal bagaimana tubuhnya ditemukan remuk di bawah jembatan, lalu negara sibuk muter cerita kayak maling kepergok.

Afif bukan siapa-siapa ,bukan penjahat ,bukan ancaman, bukan target.

Cuma bocah SMP yang malam itu ketemu seragam yang salah ,lalu tubuhnya rusak. Bukan rusak karena jatuh,rusak karena diperlakukan. 

Negara bilang Afif tidak ditangkap.

Negara bilang Afif melompat.

Negara bilang Afif terpeleset.

Negara bilang Afif jatuh sendiri.

Cerita berubah-ubah... 

Mayatnya tetap satu,kalau orang jujur, ceritanya lurus. Kalau panik, ceritanya muter.. 

Tubuh Afif tidak bisa diajak bohong, 

Kepala bagian belakangnya patah, Punggung dan pinggangnya hancur, Tulangnya tidak sekadar retak, tapi rusak.

Ada memar besar di satu sisi tubuh, kiri semua.

Bukan acak.

Bukan kebetulan.

Rahangnya patah.

Giginya copot.

Darah keluar dari mulut saat dimandikan.

Ini bukan tubuh anak yang "kepleset".

Ini tubuh anak yang dihajar.

Dan satu fakta kecil yang bikin seluruh dongeng negara ambruk:

Paru-parunya tidak kemasukan air.

Kalau Afif jatuh hidup-hidup ke sungai, air pasti masuk.

Itu bukan pendapat.

Itu logika paling dasar.

Kalau air tidak masuk, berarti dia sudah sekarat, atau sudah mati, sebelum nyentuh air.

Tapi negara tetap ngeyel.

Hasil pemeriksaan tubuhnya disembunyikan ,Keluarga minta salinan, dipingpong.

Disuruh sabar.

Disuruh percaya ,Lucu ya...

Kalau hasilnya bersih, kenapa takut dibaca ?

Tempat Afif ditemukan baru dipasang garis polisi ,setelah lama, setelah orang keluar masuk.

Setelah jejak rusak.

Setelah semuanya terlambat.

Kedalamannya berubah-ubah.

Angkanya ganti.

Cerita menyesuaikan. 

Kamera pengawas " Hilang "   Sungguh alasannya klasik  "Terhapus sendiri ".

Selalu pas.

Selalu kebetulan.

Aneh, kamera warung bisa simpan

berbulan-bulan ,kamera negara selalu amnesia tiap ada warga mati.

Ada saksi.

Ada yang lihat.

Ada yang mau bicara.

Lalu datang ancaman.

Kalau ngomong, ditangkap.

Kalau keras, disiksa.

Dan aparat malah sibuk cari siapa yang bocorin cerita.

Bukan cari siapa yang mukulin anak .

Yang penting bukan kebenaran.

Yang penting citra.

Lalu muncul fakta yang bikin semuanya makin busuk.

Belasan remaja lain malam itu disiksa.

Bukan satu.

Bukan dua.

Artinya ini bukan emosi sesaat.

Ini kebiasaan.

Satu anak mati.

Yang lain luka.

Dan sistem bereaksi bukan dengan membersihkan, tapi dengan menutup rapat-rapat.

Jenazah Afif sampai harus digali lagi.

Karena kebenaran dikubur bareng dia.

Kesimpulannya tetap muter.

Katanya jatuh.

Padahal lukanya tidak cocok.

Padahal faktanya berantakan.

Ini bukan soal satu anak.

Ini soal pesan yang dikirim ke semua orang miskin, semua anak kampung, semua warga kecil :Kalian aman selama diam.Begitu ketemu seragam dan salah posisi, nyawa kalian bisa jadi bahan klarifikasi.

Afif tidak lompat, Dia dijatuhkan.Dan selama negara lebih sibuk membela seragam daripada anak 13 tahun,yang berdiri di pinggir jembatan itu bukan cuma Afif tapi kita semua.Menunggu kapan giliran . 

Posting Komentar untuk "Masih Ingat kah Kalian Kasus Bocah Salah Masuk Gang Terus Hilang"