Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Mayjen Amril Datuk Palindih Mantan Pangdam VII/Wirabuana.

 
Amril Amir Datuk Palindih: Jenderal Bintang Dua asal Sumatera Barat yang Pernah Menjabat Pangdam VII/Wirabuana.

Lahir pada 7 Januari 1954, Amril Amir meniti jalur pengabdian negara melalui dunia kemiliteran dengan prestasi yang gemilang. Awal kariernya dimulai saat ia lulus dari AKABRI pada tahun 1978. 

Sebagai perwira dari korps Infanteri, ia meniti langkah dari bawah dengan menjabat sebagai Danyonif 732/Banau di Maluku pada tahun 1993, hingga dipercaya memimpin Danyonif 203/Arya Kemuning di Tangerang. 

Pendidikan militernya terus ia asah hingga lulus dari Seskoad pada tahun 1996, menjadikannya perwira yang matang secara taktik maupun kepemimpinan secara inklusif.

Titik balik kepemimpinannya di tingkat nasional semakin terlihat saat ia dipercaya mengemban amanah di berbagai wilayah penting di Indonesia. 

Amril pernah menjabat sebagai Danrem 041/Garuda Hitam di Bengkulu sebelum akhirnya ditarik ke pusat sebagai Pati Kasad bidang Hukum dan HAM.

Puncak karier militernya tercapai ketika ia dipromosikan menjadi Panglima Kodam VII/Wirabuana (kini Kodam XIV/Hasanuddin) yang membawahi wilayah Sulawesi pada Juli 2010.

 Kepercayaan ini merupakan bukti nyata bahwa putra Minang memiliki kapasitas besar dalam menjaga kedaulatan di wilayah strategis Indonesia.

Kepopuleran Amril Amir tidak hanya terbatas pada seragam lorengnya. Di masa purna tugasnya sebagai Staf Khusus Kasad, ia tetap aktif berkontribusi bagi tanah kelahirannya, Sumatera Barat. 

Kepeduliannya pada pengembangan sumber daya manusia secara inklusif ia wujudkan melalui dunia olahraga, di mana ia didaulat menjadi Ketua Umum Perkemi (Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia) Sumatera Barat. 

Melalui organisasi ini, sang Jenderal berupaya menanamkan jiwa ksatria dan disiplin kepada generasi muda nagari.

Sebagai seorang penyandang gelar adat Datuk Palindih, Amril Amir tetap menjaga keseimbangan antara perannya sebagai penjaga negara dan pemangku adat.

 Dalam kehidupan pribadinya bersama Anna Shukur, ia dikenal sebagai sosok yang bersahaja namun berwibawa. 

Baginya, pangkat Mayor Jenderal adalah amanah, sementara gelar Datuk adalah tanggung jawab moral untuk tetap peduli pada kampung halaman dan nilai-nilai luhur Minangkabau.

Kisah Mayjen TNI Amril Amir memberikan pelajaran berharga bahwa kesuksesan di perantauan dan karier militer yang tinggi tidak boleh membuat seseorang lupa pada akarnya. 

Beliau membuktikan bahwa disiplin militer dan kearifan adat dapat berjalan seiring untuk membangun bangsa. 

Hingga hari ini, di tahun 2026, dedikasinya dalam membina olahraga dan menjaga nama baik daerah tetap menjadi inspirasi bagi masyarakat Sumatera Barat.

Sumber: Wikipedia - "Amril Amir"


Posting Komentar untuk "Mayjen Amril Datuk Palindih Mantan Pangdam VII/Wirabuana."