Kelong pendidikan Religius (6)
Oleh: Bahaking Rama.
Manusia diciptakan, Selain untuk beribadah kepada Allah dan menjadi khalifah di muka bumi, juga untuk mempertahankan Islam sebagai agama yang benar (diridai Allah) sesuai fitrah kejadian manusia.
Hal ini ditegaskan Allah dalam QS. Ali-Iran, 3 : 102 yang terjemahnya. “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebanar-benmar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.
Dari sini dapat dipahami, bahwa manusia diperintahkan memperkuat iman dan takwa secara sungguh-sungguh dan memegang teguh keislaman hingga akhir hayat.
Supaya ajaran ini dapat lebih mudah dipahami, maka ulama mengajarkan melalui Kelong berikut.
ᨄᨀᨍᨑᨙᨀᨗ ᨈᨄᨊᨘ /
ᨕᨀᨘᨔᨗᨕ ᨑᨗᨅᨈᨑ /
ᨊᨘᨈᨙᨕ ᨒᨒᨚ /
ᨆᨈᨙ ᨈᨀᨕᨗᨔᨗᨒᨂ
-Paka jarreki tappa’nu (Perkuat iman dan takwamu)
-Akkusiang ribatara (menyembah dan mengabdi kepa Allah)
-Nutea lalo (janganlah sama sekali)
-Mate takaisilangngang (mati kecuali dalam keadaan muslim atau beragama Islam)
Nilai pendidikan dalam kelong ini, antara lain:
1) Perkuat iman dan takwa secara sungguh-sungguh,
2) Amalkan ibadah sebagai pengabdian kepada Allah Swt semata,
3) pertahankan agama Islam hingga akhir hayat, jangan terpenguruh godaan dan rayuan apapun untuk murtad atau meninggalkan Islam.
Kaum Yahudi maupun Nasrani selalu berusaha mempengaruhi umat manusia supaya mengikuti agama mereka. Allah menjelaskan dalam QS. Al-Baqarah, 2: 168 yang terjemahnya.
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka…”
Ada beberepa factor seorang muslim menjadi murtad, Antara lain.
1. Factor politik (kekuasaan)
Perkembangan dunia Islam di Spanyol Eropa (Andalusia) berlangsung selama 780 tahun. Agama Islam memasuki benua Eropa (Spanyol dan Portugal) pada tahun 711 Miladia di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad.
Peradaban Islam sangat berkembang, baik dari aspek Ideologi, politik, ekonomi, social-budaya, dan pertahanan-keamanan (Ipoleksosbud – hankam)
Belajar dari sejarah, Kristen katolik kembali menguasai atau mengkristenkan spanyol pada tahun 1492 M oleh Raja Ferdinand dan Ratu Isabella.
Muslim Spnyol dipaksa pindah agama ke Kristen (murtad) Kalau mereka bertahan (mempertahankan keislaman), maka mereka disiksa dan dibunuh.
Olehnya, supaya mereka selamat (tidak dibunuh), maka ia tinggalkan Spanyol, pindah ke negara-negara Islam di Afrika Utara.
Demikian pula peristiwa pembantaian muslim dan pemurtadan di Bosnia olah Serbia pada tahun 1992 hingga 1995.
Demikian juga peristiwa pembunuhan dan pengusiran muslim di Rohingya (Myanmar), juga di Xinjiang (Uighur)- Tiongkok.
Di Ambon - Maluku, terjadi konflik agama pada tahun 1999-2002, muslim banyak terbunuh dan kampung-pemukimannya dibakar.
2. Faktor perkawinan.
Dari banyak kasus (terutama di Indonesia) seorang muslim pindah agama karena pernikahan beda agama. Seorang muslimah ikut agama suami yang bukan Islam.
3. Faktor lingkungan.
Lingkungan adalah salah satu factor penyebab seorang muslim pindah agama. Bisa jadi karena muslim minoritas disuatu daerah.
Tekanan agama mayoritas non muslim bisa menggoyahkan aqidah umat islam di lingkungan minoritas muslim.
Belajar dari kasus perpindahan agama seorang muslim, maka hal yang sangat penting dilakukan adalah:
1. Memperkuat pendidikan agama Islam, baik di rumah tangga, maupun di sekolah. Peran orang tua dan guru adalah memperkuat aqidah setiap anak.
Hal ini dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw karena mendapat tekanan dari yahudi, nasrani, dan kafir quraisy di Mekah.
Tekanan dan ancaman diberikan supaya Nabi berhenti mendakwahkan Islam. Nabi Muhammad tidak gentar dari ancaman itu.
Nabi tetap berdakwah, menanamkan ideology dan aqidah Islam kepada para sahabatnya di rumah Arqam bi abi Arqam atau Darul Arqam ( Arqam seorang sahabat Nabi) yang rumahnya di kaki bukit Shafa (posisi rumah sulit dideteksi qafir Quraisy) .
Penanaman ideology dan penguatan akidah Islam sangat penting diberikan kepada umat Islam supaya tetap kokoh mempertahankan Islam (dari berbagai godaan) hingga akhir hayatnya.
Sampai sekarang dan seterusnya, penguatan ideology dan penanaman aqidah kepada umat Islam (sebagai yang dicontohkan Nabi Saw) tetap perlu dilakukan.
Salah satu organisasi keislaman, yakni persyarikatan Muhammadiyah dari pusat hingga daerah (mungkin juga organisasi lain), mempunyai program rutin Darul Arqam.
Untuk penguatan ideology dan penanaman aqidah Islam kepada para pimpinan, pengurus, dan anggota persyarikatan. Pada tanggal 14 – 17 Rajab 1447 H. / 3 – 6 Januari 2026 M.,
Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melaksanakan Darul Arqam yang diikuti pimpinan Universitas, Fakultas, dan Lembaga.
Tujuannya memperkuat ideology dan aqidah Islam, mengamalkan ibadah dan muamalah dengan benar dan konsisten, serta berakhlak mulia.
2. Mempertahankan identitas keislaman, bahwa hanya agama Islamlah yang diridai Allah sehingga wajib dipertahankan hingga akhir hayat.
Hal ini ditegaskan Allah dalam QS. Ali Imran, 3:19 yang terjemahnya, “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam…”
Dijelaskan juga dalam QS. Al-Maidah, 5:3 yang terjemahnta. “…pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah kuridhai Islam itu jadi agama bagimu…” Pertahankan Islam, hingga ajal menjemput.
Jln. Bonto Tangnga No. 35 Pao-pao, Senin, 6 Ramadan 1447 H / 23 Pebruari 2026 M.

Posting Komentar untuk "Tujuan Hidup Manusia: Mati Dalam Islam Sebagai Tujuan Akhir "