Maria mengatakan meski sekolah itu berstatus negeri, semua siswa dibebankan uang komite sebesar Rp 1,2 juta setahun. Uang sebesar itu dibayar selama tiga tahap dalam satu tahun.
"Ibu YBR sudah bayar tahap satu sebesar Rp 500 ribu, masih sisa Rp 720 ribu," ungkapnya.
Menurutnya, uang sebesar itu dipakai selain untuk membiayai guru honorer, juga digunakan untuk membiayai kegiatan olahraga antar kecamatan.
"Tahun ini kami sebagai tuan rumah, sehingga uang komitenya dinaikkan menjadi 1,2, dari sebelumnya hanya Rp 500 ribu," ungkapnya.
Ia mengaku uang sebesar itu atas kesepakatan pihak komite sekolah dengan orang tua siswa.
"Pungutan itu tidak diketahui dinas pendidikan kabupaten Ngada. Kami hanya berkonsultasi dengan pengawas sekolah," tutupnya.(*)

Posting Komentar untuk "Sekolah Gratis Ala Omon Kosong Nyatanya Anak- anak Diminta Uang Sekolah Rp 1,2 Juta"