Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

SUDAH LAMA TIDAK PULANG


        Oleh  M. Ramli S. Nawi

Sejak ibu berpulang terasa hidupku hampa tak ada lagi gairah yang memberi spirit, pokoknya terasa ada sesuatu yang sulit kujelaskan. 

Disaat saat kerinduan itu datang dan disaat seperti itulah hati terasa hampa. Terkadang tiba - tiba muncul bayangan masa kecilku dimana ibu sering meminta ditemani ke kebun untuk memetik buah kacang panjang untuk dia masak sayur. 

Aku dengan ibu biasa berjam- jam dikebun sambil merawat segala macam jenis tanaman sayur yang ditanam oleh ayahku. 

Ketika ibu sudah tiada semua hambar walaupun ayah masih ada.Sejak itulah setiap pulang kampung ada rasa hampa, tidak lagi merasakan bagaimana kehatan tangan ibu bila mendekap tubuhku yang semampai. 

Ayahku juga begitu sedih dan merasa kehilangan ditinggal pergi ibu untuk selama lamanya. Tahun demi tahun ayahku mulai pula rapuh tubuhnya mulai melemah dan tenaganya tidak sekuat dulu. 

Aku sadar bahwa ayahku mengalami tekanan pemikiran setelah ibuku meninggal dunia. Disaat aku pulang ke kota tinggalah ayah sendirian karena aku juga tidak memiliki saudara kandung. 

Kesendirian ayahku  justru sangat membeni aku pikiran walaupun ada keluarga sepupu yang mengurusi makannya. 

Pada suatu waktu aku dikabari bahwa ayahku sudah tidak kuat lagi dan sangat lemah. Aku segera pulang kampung untuk menengok dan ingin segerah membawa ke rumah sakit.

Tetapi semua rencana aku menjadi sia - sia. Masih sementara dalam perjalanan aku nendapatkan khabar yang memilukan. Ayah sudah tiada dan berpulang selama lamanya. 

Rasanya aku seperti tersambar petir disiang bolong. " Innalillahi Wainnailahi Rojiun.

 " Air mata menetes jatuh kepelipis kemudian aku berdoa dalam hati atas kepergian ayah tercinta yang aku tidak sempat melihat masa - masa akhir hidupnya. 

Aku kuatkan hati sambil menyusuri jalan sunyi menuju kampung halaman.

Tak terasa waktu pun terus bergulir, dan berganti, dari hari kehari hingga ketahun dan pada akhirnya  tak terasa sudah 15 tahun terlampaui dan semuanya berlalu begitu saja. 

Sejak ibu dan ayahku sudah pulang untuk selama lamanya sejak itu pula aku tidak pernah pulang ke kampung halaman. Kedekatanku kepada keduanya hanyalah tinggal kenangan menjadi penghibur. 

Saat ini memasuki awal dari bulan suci Ramadhan saat -  saat rasa rindu menghampiriku.  Bulan suci Ramadhan yang penuh berkah,  meingatkan masa - masa kecil di kampung halaman. 

Pada malam hari berbondong nenuju masjid untuk tarwi berjamaah. Apabila mengingat semua itu ingatanku terus menerawan jauh kerelung relung kerindua yang mendalam tentang kasi sayang seorang ibu dan ayah. 

Tak ada lagi rasa rindu yang membawaku untuk pulang kekampung.   Belaian tangan ibu dimasa kecilku terasa masih bembekas dan  menyimpan kehangatan yang selalu mengobati rasa rindu.

 Demikian pula ayah yang sering meminta ditemani ke sawah untuk menengok padi yang sudah mulai menguning yang sebentar lagi akan di panen. 

Pada saat pulang kampung sekali dalam seminggu semasa ibuku dan ayah ku masih hidup betapa rasanya aku merasakan kebahagiaan apabila ibu mendekap tubuhku dan rasa bahagia itu terasa meliputi seluruh raga dan jiwa ku.

 Pada waktu itu Ibuku  sudah memasuki usia 70 an tahun dan selalu sakit sakitan, mungkin karena faktor usia. Sakit yang paling sering dikeluhkan ibuku adalah rasa sakit dan nyeri dibagian perut.

 Walaupun saat itu di kampung sudah ada pukesmas lengkap dengan  dokter, tetapi ibu malas ke Puskesmas yang jaraknya mencapai 1 kilo meter dari rumah. 

Kalau tiba - tiba penyakitnya kambuh dia paling meminta seorang mantri yang bekerja di Puskesmas untuk datang memerikasanya. Mantri yang berna Amir, sudah hapal betul penyakit ibu.

 Biasanya sesudah memeriksa tekanan darah ibu langsung diberi obat dan vitamin. Pak Amir, selalu menyiapkan obat generik untuk pasiennya di kampung. 

Adapun jenis penyakit yang kebanyak diderita masyarakat di kampung  adalah penyakit, hivertensi, mag, batuk dan influensa.

 Pak Amir sudah bertahun tahun melayani masyarakat yang malas ke Pukesmas untuk memeriksakan kesehatan alasamnya, karena apabila ke puskesmas yang melayani juga adalah pak Amir. 

Suatu waktu ibuku tiba - tiba kesehatannya drop, tekanan darahnya melonjak tinggi. Pak Amir tidak mampu lagi menangani. Sementara ibuku sama sekali tak mau ke Puskesmas untuk berobat.

 Iya lebih melih di rumah dan mengandalkan obat - obat yang direkomdasikan pak Mantri Amir. 

Dengan sakitnya itulah penyebab berpulangnya ibuku untuk selama lamanya.

Sudah 15 tahun aku tidak pernah pulang kampung. ***

Makassar, 15 Februari 2026.

Posting Komentar untuk "SUDAH LAMA TIDAK PULANG"