Praktik kuota internet prabayar yang hangus saat masa aktif berakhir kembali menjadi perhatian publik setelah disorot dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK).
Sejumlah hakim menilai persoalan ini tidak semata-mata urusan kontrak antara operator dan pelanggan, tetapi juga menyentuh aspek perlindungan hak warga negara.
Dalam persidangan, hakim MK menekankan bahwa negara memiliki kewajiban untuk memastikan perlindungan hak milik masyarakat.
Termasuk dalam layanan digital yang kini menjadi kebutuhan dasar. Kuota internet yang telah dibeli menggunakan uang pribadi.
Namun tidak dapat digunakan karena masa berlaku habis, dinilai berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi masyarakat luas.
Di sisi lain, pemerintah dan DPR menyampaikan pandangan bahwa pengaturan masa berlaku kuota merupakan bagian dari mekanisme industri telekomunikasi.
Menurut mereka, masa aktif diperlukan untuk menjaga stabilitas jaringan, perencanaan kapasitas, serta keberlanjutan investasi operator.
Pemerintah juga berpendapat bahwa hubungan antara pelanggan dan penyedia layanan berada dalam ranah perjanjian bisnis.
Perdebatan ini muncul seiring adanya gugatan masyarakat terhadap aturan yang dinilai membuka peluang praktik penghangusan kuota tanpa mekanisme pengembalian atau kompensasi.
Para pemohon berharap adanya kejelasan regulasi yang lebih berpihak pada perlindungan konsumen.
Poin Penting:
Kuota internet hangus menjadi isu perlindungan hak konsumen dan hak milik warga negara.
Hakim MK menyoroti potensi kerugian ekonomi masyarakat yang sangat besar setiap tahunnya.
Pemerintah dan DPR menilai masa aktif kuota adalah bagian dari mekanisme industri telekomunikasi.
Gugatan masyarakat mendorong adanya aturan yang lebih adil dan transparan bagi pengguna layanan digital.
Perkembangan sidang ini menjadi perhatian karena menyangkut kepentingan publik yang luas, terutama di era digital di mana internet telah menjadi kebutuhan utama dalam pendidikan, pekerjaan, dan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Keputusan akhir nantinya diharapkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlangsungan industri.

Posting Komentar untuk "Uang Rakyat Hilang Karena Kuota Hangus, Hakim MK Soroti Tanggung Jawab Negara"