Kelong Pendidikan Religius (13)
Percaya kepada hari akhirat adalah rukun iaman yang kelima. Diyakini sungguh-sungguh bahwa setelah kematian akan ada kehidupan akhirat.
Olehnya, Perlu dipersiapkan bekal. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah,2: 197 yang terjemahnya “…berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa…”
Meskipun ayat di atas berbicara tentang Ibadah Haji, maka ibadah hajipun menggambarkan ketakwaan dan menjadi bekal untuk hari kemudian. Hal ini beririsan dengan kelong berikut.
ᨅᨚᨐᨕᨗ ᨕᨒᨚ ᨑᨗᨅᨚᨀᨚ /
ᨄᨀᨍᨕᨗ ᨕᨆᨒᨊᨘ /
ᨀᨕᨗᨕᨆᨗᨈᨘ /
ᨅᨚᨀᨚᨊᨘ ᨅᨈᨘ ᨆᨂᨙᨕ
- Boyai allo riboko (carilah keselamatan untuk hari kemudian)
- Paka jai amala’nu (dengan memperbanyak amal kebaikan)
- Kaiamintu (karena amal kebaikan itulah)
- Bokonnu battu mangeang ( sebagai bekal untuk hari kemudian)
Nilai pendidikan dalam kelong di atas Antara lain;
1) memberi kesadaran untuk mencari dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.
2) Perbanyak amal kebaikan sebagai bekal hari akhirat.
3) Jangan lalai di dunia untuk tidak ingat kehidupan hari akhirat.
Tentang kehidupan akhirat dijelaskan Dalam QS. Al-Qasas, 28: 77 yang terjemahnya “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi…”
Dapat dipahami, bahwa gunakanlah nikmat dunia untuk mencari pahala akhirat.
Artinya, apapun yang kita kerjakan untuk mencari kehidupan dunia, maka dipekerjaan itu pulalah tempat mencari akhirat. Jadi tidak terpisah tempat mencari dunia dengan tempat mencari akhirat.
Sebagai contoh: bekerja di kantor adalah tempat mencari kehiduapn dunia, tetapi di kantor itu pulalah tempatnya mencari kehidupan akhirat.
Demikian pula salat di masjid untuk mencari akhirat, tetapi dimasjid itu pulalah tempatnhya mencari kehidupan dunia.
Jln. Bonto Tangnga No. 35 Pao-pao, Senin 13 Ramadan 1447 H / 2 Maret 2026 M.

Posting Komentar untuk "Amal Saleh: Bekal Pada Hari Akhirat"