Syekh Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani, mantan Perdana Menteri Qatar, mengeluarkan pernyataan yang tegas terkait ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Ia mengingatkan negara-negara di wilayah tersebut agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran konflik yang menurutnya cenderung menguntungkan pihak eksternal sekaligus merusak stabilitas regional secara abadi.
Hamad bin Jassim menyatakan bahwa jika terjadi perang terbuka, kemungkinan besar Amerika Serikat akan menarik diri dari partisipasi tempur langsung dan berubah menjadi "distributor senjata" yang memasok kedua belah pihak yang berseteru.
Menurutnya, skenario semacam itu bertujuan untuk menghabiskan sumber daya ekonomi dan kekuatan militer dari kedua kubu.
"Sumber daya kita akan terkuras habis untuk menjatuhkan kedua belah pihak.
Setelah keduanya lemah, akan menjadi sangat mudah untuk mewujudkan konsep 'Israel Raya' (Greater Israel)," ujarnya dalam pernyataan yang menyoroti sisi geopolitik jangka panjang dari konflik tersebut.
Ia menegaskan bahwa jika negara-negara Arab terlibat dalam perang, hal itu hanya akan menimbulkan kerugian yang besar.
Sebagai gantinya, Hamad bin Jassim menyarankan agar kawasan tetap berada di luar konflik dan membiarkan pihak-pihak yang berselisih menyelesaikan masalah mereka sendiri tanpa harus mengorbankan stabilitas regional.
Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran mendalam terkait pola intervensi asing yang kerap meninggalkan bekas kehancuran di Timur Tengah.
Ia juga menekankan bahwa kepentingan utama negara-negara di kawasan saat ini adalah menjaga kedaulatan serta mencegah kekayaan dan sumber daya mereka terbuang sia-sia dalam perang yang hanya akan menguntungkan agenda pihak ketiga.

Posting Komentar untuk "Mantan Perdana Menteri Qatar Menyatakan Dengan Tegas Terkait Ketegangan AS Dan Iran"