Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Mantan Suamiku Rampas Begitu Saja Villa Senilai Rp 10 Milyar


Setelah bercerai, mantan suamiku merampas begitu saja vila senilai 10 miliar rupiah. Belum cukup sampai di situ, dia bahkan dengan santai melemparkan undangan pernikahannya kepadaku bersama selingkuhannya, sambil berkata:

“Sekarang kamu sudah tidak punya apa-apa. Jangan lupa datang ke pernikahanku ya, mantan istri.

Ibuku tahu semua itu, tapi tidak marah, tidak juga membela. Beliau hanya berkata satu kalimat:

“Kamu datang saja. Akan ada tontonan menarik untuk kamu lihat.”

Dan sejak saat itu… semuanya mulai berubah.

Aku dan Raka Pratama resmi bercerai setelah dua belas tahun menikah. Dua belas tahun—dari seorang wanita yang dimanjakan keluarga, aku berubah menjadi sosok yang diam-diam berdiri di balik semua kesuksesan suami. Tapi yang kudapatkan… hanya selembar surat cerai yang dingin.

Alasannya pun klise: dia berselingkuh dengan Dina Maharani—asistennya yang bermata genit dan senyumnya manis tapi palsu.

“Kamu sudah tua. Hidupmu membosankan. Tinggalkan saja kunci vila itu lalu pergi.”

Kata-katanya malam Tahun Baru itu seperti pisau yang menusuk langsung ke jantungku.

Hari aku menandatangani surat cerai, aku—Maya Lestari—baru benar-benar mengerti arti kehilangan segalanya. 

Vila senilai 10 miliar di kawasan elit kebanggaanku—ternyata atas nama dia. Semua dokumen hukum sudah diam-diam dia atur sejak lama.

Aku terlalu percaya… sampai akhirnya keluar dari rumah itu hanya dengan dua tangan kosong dan hati yang hancur.

Aku kembali tinggal bersama ibuku di rumah lama di Jakarta Selatan. Suatu sore hujan deras, seorang kurir datang membawa amplop berwarna krem dengan tulisan emas yang mencolok.

Undangan pernikahan.

Pengantin pria: Raka Pratama.

Pengantin wanita: Dina Maharani.

Lokasi: Vila itu… vila yang dulu kuanggap rumahku.

Tanganku gemetar, kertas itu langsung kuremas. Air mata jatuh tanpa bisa kutahan.

“Aku tidak mau datang, Bu. Untuk apa? Supaya mereka menginjak harga diriku sekali lagi?”

Ibuku—Ibu Ratna—hanya menyesap teh jahe dengan tenang. Tatapannya sama sekali tidak terlihat sedih. Ia merapikan kerah bajuku, lalu tersenyum tipis.

“Datang saja, Nak. Orang yang merampas biasanya suka pamer kemenangan… tapi mereka lupa, barang bukti masih ada. Akan ada pertunjukan menarik untuk kamu lihat.”

Aku menatap ibu, bingung… tapi entah kenapa, untuk pertama kalinya sejak perceraian itu, hatiku berdebar dengan perasaan yang berbeda.

Seolah… sesuatu besar akan terjadi.

(lanjutan di komentar ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡)

Posting Komentar untuk "Mantan Suamiku Rampas Begitu Saja Villa Senilai Rp 10 Milyar"