Dua Menit Sebelum Palu Diketok Penjara Seumur Hidup, Sang Petugas Kebersihan Teriak Uangkap Kebenaran
Ruang Sidang 14 dipenuhi orang. Hampir dua ratus saksi, keluarga korban, dan para jurnalis menunggu putusan akhir. Udara terasa berat, dipenuhi amarah, air mata, dan ketegangan.
Di tengah ruangan, duduk seorang pria bernama Ardi Pratama, seorang insinyur sipil berusia dua puluh delapan tahun. Tangannya diborgol, kepalanya tertunduk, dan kemeja lusuhnya basah oleh air mata. Ia dituduh sebagai dalang di balik runtuhnya “Jembatan Layang Nusantara” yang merenggut nyawa tiga puluh orang tak bersalah.
Namun kenyataannya, ia hanyalah kambing hitam—sebuah umpan.
Di sisi lain ruangan, duduk di area VIP seorang pria bernama Surya Wijaya, miliarder sekaligus CEO perusahaan konstruksi besar.
Ia mengenakan setelan jas mahal dari Italia, duduk santai dengan kaki menyilang, dan memasang ekspresi sedih yang dibuat-buat.
Namun di balik sorot matanya, tersimpan senyuman licik. Sekali lagi, ia lolos. Ia telah membayar saksi palsu, memalsukan dokumen, dan kini, insinyur muda itu harus menanggung semua dosanya—semua akibat penggunaan material murah demi menghemat ratusan miliar rupiah.
“Sebagai Hakim di pengadilan ini,” ujar Hakim Budi Santoso dengan suara yang menggema di seluruh ruangan sambil membetulkan kacamatanya, “setelah meninjau seluruh bukti dan mendengarkan para saksi, saya siap menjatuhkan putusan.”
Ardi menutup matanya. Dua menit. Tinggal dua menit lagi dan hidupnya akan berakhir. Dunia yang ia kenal akan berganti dengan dinginnya jeruji besi.
Hakim hendak mengangkat palunya—
TIBA-TIBA!
Pintu besar ruang sidang terbuka dengan keras.
“HENTIKAN PERSIDANGAN INI!”
Dua ratus kepala di dalam ruangan serempak menoleh.
Seorang pria tua berdiri di ambang pintu. Ia mengenakan seragam biru yang sudah pudar, membawa topi usang, dan sebuah kartu identitas tergantung di lehernya: Taufik – Layanan Kebersihan & Perawatan.
Ia adalah petugas kebersihan di kantor pusat Surya Wijaya...
Silakan klik link biru di kolom komentar untuk membaca kelanjutan ceritanya! 👇

Posting Komentar untuk "Dua Menit Sebelum Palu Diketok Penjara Seumur Hidup, Sang Petugas Kebersihan Teriak Uangkap Kebenaran"