Syafruddin Kambo 20 Februari 2025) merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Kepolisian Republik Indonesia sekaligus figur berpengaruh di pemerintahan dan panggung internasional.
Lahir di Makassar,( 12 April 1961) Sulawesi Selatan, ia meniti karier dari nol sebagai lulusan Akademi Kepolisian tahun 1985 hingga mencapai puncak sebagai Komisaris Jenderal Polisi.
Kariernya di Polri diwarnai dengan dedikasi, ketegasan, dan kepemimpinan yang kuat. Puncak pengabdiannya di institusi kepolisian ditandai saat ia menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) pada periode 2016–2018, mendampingi Kapolri Tito Karnavian.
Dalam peran ini, ia dikenal berhasil mengonsolidasikan berbagai isu strategis, termasuk penanganan terorisme, radikalisme, serta memperkuat kerja sama keamanan lintas negara di kawasan ASEAN.
Tak hanya berkiprah di dalam negeri, Syafruddin juga aktif dalam forum internasional. Ia menjadi bagian dari delegasi Indonesia bersama Jusuf Kalla dalam forum perdamaian Afghanistan (Kabul Peace Process 2018), serta terlibat dalam berbagai pertemuan global terkait keamanan, investasi, dan kerja sama antarnegara Islam melalui Organisasi Kerja Sama Islam.
Setelah purna tugas dari Polri, pengabdiannya berlanjut di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) ke-18 pada periode 15 Agustus 2018 hingga 20 Oktober 2019.
Dalam jabatan ini, ia mendorong reformasi birokrasi, peningkatan kualitas aparatur sipil negara, serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif.
Perannya juga meluas ke bidang olahraga nasional. Sebagai Chef de Mission kontingen Indonesia di Asian Games 2018, ia sukses membawa Indonesia meraih prestasi gemilang dengan menembus empat besar sebuah pencapaian bersejarah bagi bangsa.
Di luar pemerintahan, Syafruddin aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia serta terlibat dalam berbagai organisasi internasional seperti Liga Muslim Dunia.
Dedikasinya mencakup penguatan pendidikan, pengembangan ekonomi umat, hingga membangun toleransi antarumat beragama di tingkat global.
Kontribusinya juga diakui melalui berbagai penghargaan, termasuk Bintang Bhayangkara Utama dan predikat tokoh perubahan dari Republika.
Pada 20 Februari 2025, Syafruddin Kambo menghembuskan napas terakhir di Jakarta akibat serangan jantung.
Kepergiannya meninggalkan jejak mendalam sebuah warisan pengabdian, integritas, dan dedikasi tanpa batas bagi bangsa dan negara.
Kisah hidupnya adalah cerminan seorang abdi negara sejati: bekerja dalam senyap, berdampak dalam nyata, dan dikenang sepanjang masa.
#SyafruddinKambo

Posting Komentar untuk "Mantan Wakapolri Syafruddin Kambo Merupakan Tokoh Penting Dalam Sejarah Kepolisian"