Amerika Serikat (AS) dan Israel telah melakukan kejahatan perang di Iran. Pernyataan tersebut dideklarasikan oleh Duta Besar Rusia untuk Teheran, Aleksey Dedov, saat memeriksa reruntuhan rumah sakit di ibu kota Iran yang hancur akibat serangan udara pada Senin, (20/04/2026).
Dedov menyampaikan kecaman tersebut saat mengunjungi kawasan pemukiman yang rusak bersama sekelompok duta besar asing lainnya.
Menurut laporan koresponden RT, Saman Kojouri, rumah sakit tersebut dihantam tanpa peringatan terlebih dahulu saat pasien dan staf medis masih berada di dalam gedung, mengutip laporan Russia Today.
"Ini adalah hal yang mengerikan untuk dilihat. Ini adalah bukti pendekatan tidak manusiawi oleh Israel dan AS, ini sangat jelas merupakan kejahatan perang," kata Aleksey Dedov saat menilai kerusakan pada infrastruktur medis sipil tersebut.
Pemerintah setempat sengaja mengorganisir kunjungan para diplomat mancanegara ini agar perwakilan dunia dapat menyaksikan langsung dampak serangan secara nyata.
"Ini adalah hal yang mengerikan untuk dilihat. Ini adalah bukti pendekatan tidak manusiawi oleh Israel dan AS, ini sangat jelas merupakan kejahatan perang," kata Aleksey Dedov saat menilai kerusakan pada infrastruktur medis sipil tersebut.
Pemerintah setempat sengaja mengorganisir kunjungan para diplomat mancanegara ini agar perwakilan dunia dapat menyaksikan langsung dampak serangan secara nyata.
Gubernur Provinsi Teheran, Mohammad-Sadegh Motamedian, menyatakan bahwa agenda ini bertujuan untuk membongkar standar ganda negara-negara Barat.
"Kunjungan ini diselenggarakan agar para diplomat asing dapat menyaksikan dampaknya secara langsung, hal ini dimaksudkan untuk menarik perhatian terhadap 'diamnya' pihak Barat atas tindakan Amerika Serikat dan Israel," kata Mohammad-Sadegh Motamedian.
Sikap keras Rusia ini sejalan dengan pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia yang sebelumnya telah memperingatkan adanya konsekuensi serius akibat agresi militer tersebut.
"Kunjungan ini diselenggarakan agar para diplomat asing dapat menyaksikan dampaknya secara langsung, hal ini dimaksudkan untuk menarik perhatian terhadap 'diamnya' pihak Barat atas tindakan Amerika Serikat dan Israel," kata Mohammad-Sadegh Motamedian.
Sikap keras Rusia ini sejalan dengan pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia yang sebelumnya telah memperingatkan adanya konsekuensi serius akibat agresi militer tersebut.
Moskow menilai serangan terhadap infrastruktur sipil merupakan bentuk pengabaian total terhadap hukum internasional yang dapat memicu bencana kemanusiaan dan ekonomi yang lebih luas di kawasan Teluk, mengutip laporan TASS.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, juga mendesak agar AS bersikap realistis dalam negosiasi dan segera menghentikan eskalasi yang tidak beralasan.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, juga mendesak agar AS bersikap realistis dalam negosiasi dan segera menghentikan eskalasi yang tidak beralasan.
Lavrov menegaskan bahwa tanggung jawab penuh atas kekacauan di Timur Tengah saat ini berada di tangan Washington dan Tel Aviv.
"Eskalasi yang dipicu oleh tindakan Washington dan sekutunya telah melampaui batas-batas kemanusiaan, dan tanggung jawab penuh atas konsekuensi yang ditimbulkan pada stabilitas regional kini berada di tangan mereka yang memilih jalur kekerasan daripada diplomasi," kata Sergey Lavrov dalam pernyataannya.(*)
"Eskalasi yang dipicu oleh tindakan Washington dan sekutunya telah melampaui batas-batas kemanusiaan, dan tanggung jawab penuh atas konsekuensi yang ditimbulkan pada stabilitas regional kini berada di tangan mereka yang memilih jalur kekerasan daripada diplomasi," kata Sergey Lavrov dalam pernyataannya.(*)

Posting Komentar untuk "Rusia Kembali Semprot AS-Israel, Tuding Lakukan Kejahatan Luar Biasa"