Alumnus Rajaratnam School of International Studies NTU, Rico Marbun menanggapi informasi mengenai warga Iran yang dilatih menggunakan senjata.
Menurutnya, hal ini termasuk bagian dari perang narasi. Ia juga menilai pesan yang ingin disampaikan dari informasi itu bukan ditujukan kepada militer Amerika Serikat (AS).
Namun, kata dia, pesan itu ingin disampaikan kepada rakyat Negara Teluk dan rakyat/publik AS.
"Pesannya ini adalah kepada rakyat yang ada di Teluk, kemudian rakyat Amerika sendiri, bahwa kalau terjadi perang besar, apalagi kalau sampai ada invasi pasukan darat, maka rakyat Iran secara total siap melawan," ujarnya dalam program Kompas Petang KompasTV, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, Iran mencoba menggertak lawannya dengan menyampaikan informasi tersebut.
Ia mengatakan, misalnya ada perang darat untuk mengamankan atau menaklukkan Selat Hormuz melalui pendudukan pantai oleh AS, Iran ingin menunjukkan bukan hanya tentaranya yang siap, tetapi rakyatnya juga.
Diberitakan sebelumnya, otoritas Iran telah mendirikan pos pelatihan senjata publik di Teheran.
Di pos tersebut, warga diperlihatkan cara dasar menangani senapan serbu dan senapan mesin di tengah kekhawatiran akan konflik yang kembali terjadi dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dipantau dari video yang dilansir Viory, Selasa (20/5/2026) malam, menunjukkan pria dan wanita diberi instruksi tentang cara menangani, merakit, dan membongkar senapan.
Pelatihan ini merupakan bagian dari kampanye Janfada, atau 'Pengorbanan untuk Iran', yang menurut media Iran diluncurkan untuk menunjukkan kesiapan publik dalam membela negara setelah serangan AS dan Israel awal tahun ini. (Kompas TV)


Posting Komentar untuk "Gertakan Iran ke Musuh, Latih Warganya Gunakan Senjata untuk Hadapi AS"