Presiden Prancis, Emmanuel Macron, tengah berupaya keras menjadi jembatan perdamaian di tengah panasnya situasi di Timur Tengah.
Dalam pembicaraan telepon terbaru dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, Macron mendesak agar blokade di Selat Hormuz segera dibuka.
Jalur ini bukan sembarang perairan; ia merupakan “urat nadi” energi dunia karena sebagian besar pasokan minyak global melewati titik ini.
Jika selat ini terus tersendat, ekonomi dunia bisa ikut “sesak napas” akibat kenaikan harga bahan bakar.
Macron menawarkan solusi berupa pembentukan misi keamanan maritim internasional yang bersifat netral. Tujuannya sederhana: memastikan kapal-kapal dagang dapat melintas dengan aman tanpa rasa takut.
Ia menegaskan bahwa pembukaan kembali selat ini adalah langkah awal yang paling krusial untuk menurunkan tensi antara Iran dan Amerika Serikat.
Di sisi lain, Presiden Pezeshkian menyatakan bahwa Iran sebenarnya siap menempuh jalur diplomasi asalkan ada jaminan hukum internasional, meski ia tidak menampik masih adanya rasa tidak percaya yang besar terhadap pihak Barat.
Kini, bola panas berada di tangan para pemimpin dunia. Setelah berdiskusi dengan Iran, Macron berencana membawa hasil pembicaraan ini ke meja perundingan dengan Presiden Donald Trump.
Harapannya, kesepakatan kecil di Selat Hormuz dapat menjadi pintu masuk bagi perdamaian yang lebih besar di kawasan tersebut.
Jika diplomasi ini berhasil, dunia bisa sedikit bernapas lega karena ancaman krisis energi global dapat diredam.
~adm~

Posting Komentar untuk "Macron Bujuk Presiden Iran Untuk Membuka Lagi Selat Hormuz"