Dunia intelijen militer dikejutkan oleh kemunculan sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) FN-16 buatan China yang digunakan secara aktif oleh tentara Ukraina di garis depan.
Fenomena ini memicu misteri besar karena Beijing secara resmi menyatakan sikap netral dan melarang pengiriman senjata mematikan ke wilayah konflik.
Analisis para pakar pertahanan menunjukkan bahwa rudal pencari panas tersebut kemungkinan besar bukan dipasok langsung oleh China, melainkan hasil dari operasi penyitaan logistik di laut internasional.
Pasukan koalisi Barat, seperti Amerika Serikat, kerap mencegat kapal penyelundup senjata dari Iran menuju kelompok milisi di Timur Tengah, lalu mengalihkan persenjataan sitaan tersebut ke Kyiv guna memperkuat pertahanan udara mereka.
Di medan tempur, efektivitas sistem FN-16 ini langsung teruji dalam misi intersepsi udara yang kritis.
Rekaman operasional menunjukkan unit pertahanan udara Ukraina berhasil memanfaatkan rudal berpemandu canggih tersebut untuk merontokkan drone kamikaze dan menghalau rudal jelajah Kalibr milik Rusia yang menyasar infrastruktur energi.
Selain jalur sitaan, para analis juga tidak menampik kemungkinan adanya kebocoran melalui pasar gelap global atau transfer sekunder dari negara ketiga yang sebelumnya membeli senjata tersebut secara legal dari Beijing.
Ironisnya, kemunculan senjata ini mencerminkan dinamika yang terbalik dari sejarah masa lalu, ketika Ukraina pada era 1990-an justru menjadi pemasok utama teknologi militer mutakhir termasuk cetak biru rudal Kh-55 dan kapal induk pertama mereka yang membantu modernisasi angkatan bersenjata China.
~berbagai sumber~
#ukraine
#China

Posting Komentar untuk "Misteri Senjata China di Tangan Ukraina"