JERUSALEM, – Rabi Haim Sofer, tokoh Yahudi yang merupakan anggota gerakan Neturei Karta yang menentang paham Zionisme, secara terbuka menyatakan harapannya agar sistem kekhalifahan di dunia Islam dapat dikembalikan kembali, 3 Mei 2026.
Pernyataan yang tidak lazim ini disampaikan dalam berbagai wawancara dan pidato publik, lengkap dengan alasan-alasan yang mendasarinya.
Menurut penjelasannya, sepanjang sejarah, komunitas Yahudi hidup makmur, berkembang, dan terlindungi selama berabad-abad di bawah pemerintahan Islam.
Ia sering mengutip masa yang disebut sebagai "Zaman Keemasan" di Spanyol serta masa pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah sebagai bukti nyata kehidupan yang harmonis dan aman bagi kaumnya.
Rabi Sofer berpendapat bahwa jika sistem kekhalifahan diterapkan kembali dalam wilayah yang membentang dari Maroko hingga Bangladesh, hal itu dapat membawa kemuliaan, kesejahteraan, serta sistem peradilan yang lebih adil dan unggul bagi seluruh masyarakat di kawasan tersebut.
Sebagai pihak yang sangat menentang Zi*nisme, ia menilai berdirinya negara Israel sebagai bentuk "pemberontakan terhadap kehendak Tuhan".
Menurutnya, seharusnya umat Yahudi hidup kembali sebagai warga yang dilindungi di bawah hukum dan pemerintahan umat Islam, sebagaimana yang terjadi pada masa lalu.
Ia juga memuji sistem pengelolaan sosial dan keuangan pada masa kekhalifahan.
Ia mencontohkan pembayaran pajak jizyah yang dibebankan kepada warga non-Muslim, yang menurutnya berfungsi sebagai jaminan sosial atau bantuan bagi kaum miskin. Sistem ini dinilainya jauh lebih adil dibandingkan sistem yang berlaku di masa kini.
Lebih lanjut, Rabi Sofer menganggap dirinya sebagai "Yahudi Palestina" dan mendukung gagasan berdirinya satu negara Palestina tunggal, di mana seluruh komunitas masyarakat dapat hidup berdampingan dengan damai di bawah satu bendera yang sama.
Pernyataan ini memicu beragam tanggapan. Banyak pihak menganggapnya sebagai pandangan yang unik dan berani, yang menawarkan sudut pandang berbeda dari narasi umum yang sering terdengar.
Namun, di sisi lain, ia juga menuai kritik keras dari kalangan pendukung Israel dan kelompok Zionisme yang menilai pendapatnya bertentangan dengan kepentingan nasional dan sejarah bangsa Yahudi.
Sumber: Wawancara dan Pernyataan Resmi Rabi Haim Sofer

Posting Komentar untuk "Saya Bukan Muslim Tetapi Saya Berharap Masa Kekhalifahan Akan Kembali"