ABU DHABI, Media Duta,- Sebuah laporan investigasi yang dimuat Press TV mengungkapkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) diam-diam melancarkan serangkaian serangan terselubung terhadap sasaran-sasaran di Iran.
Saat Amerika Serikat dan Israel melakukan agresi militer besar-besaran terhadap Republik Islam.
Menurut laporan tersebut, pesawat tempur canggih yang berbasis di pangkalan militer UEA digunakan untuk menyerang posisi strategis, fasilitas militer, dan jalur logistik di wilayah Iran, 12 Mei 2026.
Namun operasi ini dirahasiakan sepenuhnya agar tidak menimbulkan kemarahan publik maupun reaksi keras dari negara lain di kawasan.
Keikutsertaan UEA menjadikan negara Teluk itu terlibat langsung dalam konflik terbuka, yang sebelumnya hanya melibatkan Washington dan Tel Aviv.
Pihak berwenang UEA belum memberikan tanggapan atau konfirmasi apa pun atas laporan ini.
Namun, pengamat menilai keterlibatan ini menunjukkan pergeseran besar aliansi geopolitik, serta meningkatnya keberanian negara-negara Teluk untuk berperan aktif dalam konfrontasi langsung melawan Iran.
Di sisi lain, Teheran memperingatkan bahwa keterlibatan negara ketiga akan memperluas medan perang dan menjadikan wilayah mereka sasaran pembalasan yang sah.
Menurut Wall Street Journal, Uni Emirat Arab telah melakukan serangan militer yang tidak diungkapkan terhadap Iran, menjadikannya peserta aktif dalam konflik tersebut.
Serangan tersebut termasuk serangan terhadap kilang di Pulau Lavan Iran pada awal April, yang memicu kebakaran besar dan secara signifikan mengurangi kapasitasnya. Iran membalasdengan serangan rudal dan drone terhadap UEA dan Kuwait.
UEA sebelumnya telah menjadi target utama Iran selama perang, setelah menyerap lebih dari 2.800 rudal dan drone, yang sangat berdampak pada sektor penerbangan, pariwisata, dan propertinya.
AS diam-diam menyambut keterlibatan UEA, dan tidak terganggu oleh serangan kilang karena gencatan senjata belum berlaku pada saat itu.

Posting Komentar untuk "UEA Diduga Lancarkan Serangan Rahasia ke Iran, Bergabung Dalam Operasi Besar As- Israel"