Bertahun‑tahun hidup bersama, menjaga ikatan pernikahan… tapi siapa sangka, ketika jabatan semakin tinggi, hati dan janji yang dulu diucapkan di hadapan Tuhan pun bisa berubah, meninggalkan luka yang tak terobati bagi sang suami yang setia menunggu.
Di Kabupaten Gowa, kabar yang menyayat hati dan memicu polemik tersebar luas ke seantero daerah.
Dugaan perselingkuhan yang melibatkan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, dengan seorang konsultan politik bernama Basri Kajang atau yang akrab disapa Om Bas, akhirnya terangkat ke permukaan dan dibawa ke dalam sidang resmi Pansus Hak Angket DPRD setempat.
Kisah pahit ini terungkap lewat kesaksian suami sahnya, Khaerul Aco, yang berdiri sebagai saksi dengan hati yang hancur dan suara yang terasa tercekik.
Ia mengaku sudah lama mendengar bisik‑bisik burung, merasakan perubahan sikap istrinya yang perlahan menjauh, dingin, dan tak lagi sama seperti masa‑masa awal pernikahan.
“Saya memang sudah mendengar, bahkan merasakan perubahannya secara langsung,” ujar Khaerul dengan nada yang penuh kepedihan.
Saat ia menanyakan hal itu secara terus terang, istrinya justru membantah tegas. Namun keyakinannya semakin kuat, seiring dengan banyaknya keterangan dan kesaksian yang terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat dan sidang resmi.
Yang paling menyakitkan, ia mengaku sempat ditodongkan surat gugatan cerai sejak bulan Maret lalu, tanpa alasan yang jelas.
Puncak kepedihannya meledak saat mengetahui bahwa proses perceraian itu ternyata sudah berjalan jauh, bahkan sudah ada putusan pengadilan .
Padahal ia sama sekali tidak pernah menerima surat panggilan resmi dari Pengadilan Agama, dan baru mengetahuinya saat sidang berlangsung.
“Surat panggilan itu ternyata memang ada, tapi saya baru tahu kemarin saja,” ungkapnya dengan mata berkaca‑kaca.
Ia merasa dikhianati dua kali: bukan hanya hatinya yang terluka karena ada orang ketiga, tapi juga haknya sebagai suami diabaikan dalam proses hukum.
Sebagai kepala rumah tangga, ia harus menerima kenyataan pahit: wanita yang ia nikahi, yang kini memegang jabatan tinggi dan dipercaya masyarakat, justru melupakan janji setia, menduakan, dan ingin melepaskan ikatan pernikahan secara diam‑diam demi hubungan yang tak halal.
Karena mengkhianati janji suci. Kesetiaan itu tidak mengenal pangkat atau kekuasaan — jika hati tak dijaga, rumah tangga yang dibangun bertahun‑tahun bisa runtuh dalam sekejap.
Jangan pernah memandang remeh bisikan hati dan firasat. Apa yang dilakukan dalam kegelapan, pada waktunya akan terlihat terang, meninggalkan luka yang tak hanya terasa oleh diri sendiri, tapi juga oleh pasangan dan anak‑anak yang menanggung malu.”
@sorotan
#beritaviral #fyp

Posting Komentar untuk "Kisah Pahit Terungkap Lewat Suami Sang Ibu Bupati, Janji Pernah Diucapkan Pun Berubah"