Kebocoran dokumen rahasia dari perusahaan pertahanan Elbit Systems mengungkap dimensi baru kerja sama militer tersembunyi antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel.
Laporan media yang mengutip dokumen peretasan tersebut menunjukkan UEA mengajukan pembelian enam unit drone canggih Hermes 900 dengan rencana perluasan armada hingga 45 unit dalam 15 sistem lengkap senilai sekitar 1,3 miliar dolar AS.
Selain pengadaan drone strategis, dokumen rahasia tersebut membeberkan proyek persenjataan bernama "Yasmin 3" untuk memproduksi 6.000 kit pemandu bom presisi dalam waktu tiga bulan.
Peningkatan kerja sama militer dan pembelian alutsista ini disebut dipicu oleh respons atas serangan rudal dan drone militer Yaman ke Abu Dhabi pada Januari 2022 lalu, serta kelanjutan dari pembentukan Kesepakatan Abraham (Abraham Accords) sejak 2020.
Pengungkapan data rahasia ini memperlihatkan pergeseran peta kekuatan militer di kawasan Teluk, di mana kerja sama pertahanan mencakup pula rencana penempatan sistem pertahanan Iron Dome hingga potensi produksi lokal komponen persenjataan di UEA.
Transaksi alutsista berskala besar ini diperkirakan akan berdampak luas pada dinamika geopolitik dan stabilitas keamanan di Timur Tengah.
Menurut Anda bagaimana? Apakah pengungkapan kerja sama militer skala besar ini akan mengubah peta dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah?
Sumber:
Pars Today

Posting Komentar untuk "Dokumen Bocor, Penjualan Drone Dan Rudal Israel ke UEA Miliaran Dolar"