Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

ISRAEL BOM PANGKALAN TURKI. NETANYAHU KASIH ULTIMATUM


Media Duta,- Selama ini semua mata tertuju ke Iran. Tapi sekarang para analis pertahanan internasional sepakat: Ancaman keamanan terbesar Israel saat ini bukan Teheran. Tapi Ankara.

ISRAEL BOM PANGKALAN TURKI. NETANYAHU KASIH ULTIMATUM

Fajar kemarin, jet tempur Israel secara sepihak meluncurkan serangan udara ke Pangkalan Udara Militer Abu al-Duhur, Idlib, Suriah.

Targetnya? Fasilitas logistik dan landasan pacu utama. Beruntung tidak ada korban jiwa. Tapi dampak politiknya? Meledak. Kantor PM Benjamin Netanyahu mengaku bertanggung jawab. Alasannya telak: 

Yaitu Untuk memotong jalur ekspansi Turki dan menggagalkan rencana penempatan permanen pasukan Turki di pangkalan strategis itu.

Selanjutnya, Netanyahu keluarkan ultimatum keras ke Turki: "Hentikan mobilisasi militer ke selatan. Itu ancaman langsung bagi kedaulatan Israel!"

TAPI YANG BIKIN KITA TAK BOLEH LUPA: TURKI DIDUKUNG AS

Merasa diserang, Turki langsung mengutuk. Ankara menyebut itu pelanggaran hukum internasional dan perusakan wilayah Suriah. Yang bikin Netanyahu kaget: Amerika Serikat ikut membela Turki.

Utusan khusus AS, Tom Barrack, secara terbuka melabeli serangan Israel sebagai "tindakan gegabah dan eskalasi yang sama sekali tidak diperlukan."Bayangin. Sekutu terdekat Israel malah nyalahin Israel di depan umum.

INI STRATEGI POLITIK ATAU BLUNDER FATAL?

Para pengamat baca ini sebagai manuver Netanyahu. 

Oktober depan ada "pemilu Israel". Popularitas Netanyahu anjlok. Jadi dia ciptakan "musuh bersama" baru untuk galang suara.

Masalahnya: Musuh yang dipilih kali ini Turki. Anggota NATO. Kekuatan militer paling superior di Timur Tengah saat ini. Satu langkah salah, bisa jadi konfrontasi langsung Israel vs NATO.

Posting Komentar untuk "ISRAEL BOM PANGKALAN TURKI. NETANYAHU KASIH ULTIMATUM"