Jakarta Media Duta, - Sebuah kota yang dulunya menjadi salah satu kota penting karena menjadi salah satu pusat penambangan tembaga di dunia kini menjadi kota mati. Kota itu adalah Kennecott yang berada di Alaska, Amerika Serikat.
Dilansir dari The Center For Land Use Interpretation, kota pertambangan ini didirikan oleh perusahaan tambang Kennecott Copper Corporation yang dimiliki oleh J.P. Morgan dan Daniel Guggenheim.
Tambang ini mulai beroperasi pada awal 1900-an dan membutuhkan jalur kereta api sepanjang 196 mil untuk mengangkut bijih tambang ke pesisir selatan Alaska.
Kala itu, tembaga menjadi mineral yang sangat berharga karena ditemukannya listrik, mobil, dan telepon. Tak heran perusahaan tambang yang satu ini bisa berkembang pesat.
Dilansir dari alaska.org, perusahaan Kennecott Copper Corporation ini menarik para pekerja dengan gaji yang lebih tinggi dibandingkan tambang mana pun di wilayah Amerika Serikat. Hal itu karena kennecott ini lokasinya terpencil.
Kota tersebut dihuni oleh para penambang dan keluarganya. Para pekerja tinggal di barak, bekerja 7 hari seminggu, tapi dari gaji yang didapatkannya itu mereka bisa mengirimkan uang ke keluarga.
Kala itu, tembaga menjadi mineral yang sangat berharga karena ditemukannya listrik, mobil, dan telepon. Tak heran perusahaan tambang yang satu ini bisa berkembang pesat.
Dilansir dari alaska.org, perusahaan Kennecott Copper Corporation ini menarik para pekerja dengan gaji yang lebih tinggi dibandingkan tambang mana pun di wilayah Amerika Serikat. Hal itu karena kennecott ini lokasinya terpencil.
Kota tersebut dihuni oleh para penambang dan keluarganya. Para pekerja tinggal di barak, bekerja 7 hari seminggu, tapi dari gaji yang didapatkannya itu mereka bisa mengirimkan uang ke keluarga.

Posting Komentar untuk "Jejak Hidup di Kota Mati Kota Kaya Tembaga Kini Ditinggal Warganya"