Media Duta,- Sejak dimulainya operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, hingga hari ini…
Dalam fase awal, Israel dan Amerika Serikat berhasil mencapai air superiority dengan menghancurkan sebagian besar sistem pertahanan udara Iran.
Namun, memasuki minggu kedua dan seterusnya, pola perang berubah.
Iran beralih ke strategi:
- Asymmetric warfare
- Drone swarm
- dan saturasi rudal balistik
Tujuannya jelas:
bukan sekadar menghancurkan…
tetapi menguras sistem pertahanan lawan secara bertahap...
Data menunjukkan bahwa serangan Iran tidak melemah,
melainkan dipertahankan secara konsisten bahkan meningkat dalam intensitas.
Di sisi lain, Israel menghadapi tekanan multi-front:
- Serangan langsung dari Iran
- Ancaman proksi di Lebanon dan wilayah lain
- serta beban logistik pertahanan udara yang sangat mahal.
Dalam doktrin militer modern,
situasi ini disebut sebagai:
" overextension under sustained missile pressure
Artinya…
bukan berarti Israel “kalah”…
tetapi dipaksa bertahan dalam kondisi yang sangat menguras sumber daya.
Peran Amerika
Keterlibatan Amerika Serikat menjadi faktor penentu.
Bahkan dalam pernyataan politik terbaru,
Presiden AS menegaskan bahwa arah operasi militer Israel
sangat bergantung pada keputusan Washington.
Ini menunjukkan satu hal penting dalam analisis geopolitik:
Israel tidak sepenuhnya berdiri sendiri dalam konflik ini.
Namun jika kita mundur ke masa lalu…
sekitar 539 sebelum Masehi,
di bawah kepemimpinan Cyrus the Great,
Kekaisaran Persia justru menjadi kekuatan yang membebaskan.
Mereka mengakhiri penaklukan Babilonia…
dan membebaskan bangsa Yahudi dari pembuangan,
mengizinkan mereka kembali ke Yerusalem.
Ini bukan opini…
ini adalah fakta sejarah yang tercatat dalam berbagai sumber kuno.
Artinya…
relasi antara Persia dan bangsa Yahudi
tidak selalu tentang konflik…
tetapi pernah berdiri di atas....
~ relasi pembebasan dan perlindungan ~
Dan mungkin…
yang terjadi hari ini bukan sekadar konflik biasa…
karena jauh 14 abad yang lalu…
Rasulullah saw, pernah bersabda:
“Jika iman berada di bintang yang jauh…
maka orang dari bangsa Persia akan mampu meraihnya.”...
Sebuah isyarat…
bahwa kekuatan mereka…
bukan hanya pada senjata…
tetapi pada daya tahan…
pada ilmu…
dan pada keyakinan yang tidak mudah runtuh.
“Karena pada akhirnya…
sejarah bukan milik mereka yang paling kuat…
tetapi milik mereka… yang paling bertahan.”

Posting Komentar untuk "Israel Diingatikan Bagaimana Kuatnya Bangsa Persia"