Media Duta,- Kisah Philippe Troussier, Mantan Pelatih Timnas Vietnam yang Memutuskan Mualaf Karena Temukan Kedamaian.
Philippe Troussier memutuskan menjadi mualaf pada tahun 2005 setelah menemukan kedamaian, cahaya Islam, dan rasa saling menghormati saat melatih di Maroko.
Mantan pelatih Timnas Vietnam dan Jepang asal Prancis ini mengucapkan dua kalimat syahadat bersama istrinya setelah melalui perjalanan karier yang panjang di negara-negara mayoritas Muslim.
Berikut adalah poin-poin penting perjalanan spiritual Philippe Troussier:
Perjalanan Menemukan Hidayah di Maroko
Awal Ketertarikan:
Sebelum melatih Timnas Vietnam, Troussier memiliki karier yang mapan di Asia dan Afrika. Ia sempat melatih negara mayoritas Muslim seperti Qatar dan akhirnya berlabuh di Timnas Maroko pada tahun 2005.
Menemukan Kedamaian: Walaupun hanya melatih Maroko selama lima bulan, interaksi intensif dengan budaya setempat dan ajaran Islam memberikan ketenangan batin yang mendalam baginya.
Alasan Pindah Keyakinan: Dalam wawancaranya, Troussier menyatakan bahwa keputusannya memeluk Islam didasari oleh cinta dan rasa hormat kepada negara Maroko, serta keinginan untuk mengharmonisasikan keyakinannya dengan lingkungan tempat ia tinggal.
Berganti Nama Islami
Setelah resmi memeluk agama Islam, Troussier dan istrinya memutuskan untuk mengubah nama mereka sebagai simbol lembaran hidup yang baru:
Philippe Troussier mengubah namanya menjadi Omar.Istrinya, Dominique, mengubah namanya menjadi Amina.
Menjaga Privasi Keyakinan
Meski kabar keislamannya sempat diberitakan oleh media Prancis seperti L'Opinion, Troussier memilih untuk tidak terlalu menggebu-gebu memamerkan kehidupan religiusnya kepada publik.
Ia sempat menyatakan bahwa awalnya ia ingin menjaga perasaan dan privasi spiritualitas keluarganya sendiri tanpa perlu sorotan kamera media.
Setelah menjadi mualaf, ia bahkan sempat mengambil rehat sejenak dari dunia sepak bola untuk menikmati kedamaian barunya.

Posting Komentar untuk "Kisah Philippe Mantan Pelatih Timnas Vietnam Yang Muallaf"