Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Lima Tokoh Bugis Sulawesi Selatan Yang Pengukir Sejarah

Media Duta,- Salah satu buku biografis karya Bustan dan Awaluddin yang berjudul "Lima Tokoh Bugis Pengukir Sejarah" mengungkap peranan lima tokoh pejuang Sulawesi Selatan pada tahun 1950-an.

 Selain mempertahankan kemerdekaan Indonesia Lima tokoh bugis dalam buku itu memiliki talenta dalam menghiasi wajah Indonesia.

Lima tokoh Bugis yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. M. Bahar Mattalioe

- Peran & Dinamika: Mengawali perjuangan gerilya bersama Kahar Mudzakkar di dalam benteng Komando Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS).

- Titik Balik:

 Saat Kahar Mudzakkar memilih jalur pemberontakan (DI/TII) melawan pemerintah pusat, Bahar Mattalioe mengambil keputusan kritis untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

- Warisan: 

Ia memilih perjuangan politik konstitusional demi melepaskan kawasan Sulawesi Selatan dari pertempuran berkepanjangan dan membantu integrasi wilayah ke pemerintah pusat.

2. M. Saleh Lahade

- Latar Belakang Militer: Merupakan perwira militer Bugis berpengaruh yang aktif membangun fondasi pertahanan wilayah Sulawesi Selatan sejak masa revolusi fisik.

- Peran Strategis: Selain aktif bertempur mempertahankan kemerdekaan, ia dikenal cerdas secara taktis dan politik.

 Ia menjadi salah satu konseptor penting dalam penataan organisasi militer daerah di pertengahan abad ke-20.

- Warisan: Menjadi simbol intelektual militer dari tanah Bugis yang konsisten memperjuangkan otonomi serta harga diri daerah dalam bingkai persatuan nasional.

3. Jenderal TNI M. Jusuf (Mohammad Jusuf)

- Karier & Jabatan: Salah satu figur militer paling berpengaruh di Indonesia. Memuncak sebagai Panglima ABRI (1978–1983) dan Menteri Pertahanan Keamanan.

- Gaya Kepemimpinan: Sangat dicintai prajurit karena pendekatan populismenya—ia rutin mendatangi barak-barak tentara untuk memastikan kesejahteraan dan perlengkapan mereka terpenuhi.

- Peran Kunci Sejarah: Menjadi salah satu dari tiga jenderal saksi penyerahan Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) pada tahun 1966 yang mengubah peta politik nasional.

4. Oesman Balo

- Peran Gerilya: 

Dikenal sebagai pejuang lokal berani mati dari kawasan Ajatappareng (Sidrap dan sekitarnya).

- Aksi Perlawanan: Memimpin berbagai aksi gerilya menentang tentara Belanda (NICA) yang ingin menancapkan kembali kekuasaannya pasca-Proklamasi 1945.

- Warisan: 

Merupakan representasi keteguhan rakyat biasa dan pejuang akar rumput Bugis yang mengandalkan keberanian serta taktik perlawanan lokal untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia.

5. Andi Azis (Kapten Andi Abdul Azis)

- Latar Belakang: Perwira keturunan bangsawan Bugis yang berpendidikan militer Belanda (KNIL).

- Peristiwa Andi Azis (1950): Memimpin penolakan terhadap kedatangan pasukan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) dari Jawa ke Makassar. 

Ia mengkhawatirkan dominasi pusat dan terancamnya posisi bekas prajurit KNIL di Sulawesi Selatan.

- Signifikansi Sejarah: Aksinya menguasai Makassar memicu krisis politik nasional.

 Peristiwa ini menjadi salah satu katalis utama yang mempercepat pembubaran Negara Indonesia Timur (NIT) dan kembalinya bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Buku karya Bustan dan Awaluddin itu mengisahkan perjuangan tokoh bugis mempertahankan Indonesia, bagaimana peran mereka mengukir sejarah di kota daeng. 

Biografi lima tokoh bugis ini dikemas dengan gaya bahasa yang kaku dan tampilan buku yang monoton, sehingga tidak menarik perhatian pembaca, khususnya pembaca di kota Makassar.

Buku ini dimaksudkan sebagai sumber referensi bagi masyarakat kota Makassar khsusunya sebagai pengetahuan umum mengenai sejarah tokoh pengukir sejarah di kota daeng.

#sejarah #tokohbugis #sulawesiselatan

Posting Komentar untuk "Lima Tokoh Bugis Sulawesi Selatan Yang Pengukir Sejarah"