Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Senggol Turki, Israel Bangunkan 'Singa Tidur', Kini Ketar-ketir Hadapi Militer Ankara


Media Duta,- Israel dan Turki kini berada dalam situasi yang semakin panas usai Tel Aviv menyerang Suriah.

Turki diketahui bukan lawan sembarangan, karena kekuatan militernya menjadi salah satu yang terbesar di NATO.

Dilansir dari Maariv, Israel menyerang Pangkalan Udara Abu al-Duhur di Idlib, Suriah pada Selasa (18/8) lalu.

Serangan itu terjadi di tengah perselisihan mengenai rencana kehadiran militer Turki di pangkalan tersebut.

Israel menyatakan serangan dilakukan karena khawatir Turki akan mengerahkan pasukannya ke Abu al-Duhur.

Ankara kemudian mengecam serangan tersebut dan membantah tuduhan mengenai rencana militernya di wilayah Suriah.

Perselisihan itu menjadi perhatian karena Turki memiliki kekuatan militer yang sangat besar di kawasan.

Turki merupakan kekuatan militer terbesar kedua di NATO setelah Amerika Serikat.

Ankara memiliki sekitar 480 ribu tentara aktif, ditambah pasukan cadangan dalam jumlah besar.

Kekuatan itu diperkuat industri pertahanan dalam negeri yang kini mampu memproduksi sekitar 80 persen persenjataannya.

Produksinya mencakup drone, kendaraan tempur, rudal, hingga sistem pertahanan udara buatan lokal.

Bayraktar TB2 menjadi salah satu produk Turki yang telah digunakan dalam konflik di Nagorno-Karabakh, Libya, dan Ukraina.

Turki juga memiliki kekuatan laut yang mencakup 14 kapal selam serta sebuah kapal induk helikopter.

Sementara itu, Israel memiliki keunggulan pada teknologi militer, intelijen, pertahanan udara, serta kemampuan serangan presisi.

Perbedaan kekuatan tersebut membuat potensi konflik langsung menjadi persoalan yang tidak sederhana bagi kedua pihak.

Jarak geografis juga membuat perang darat sulit dilakukan, sehingga udara, rudal, dan drone berpotensi menjadi medan utama.

Situasinya semakin rumit karena Turki merupakan anggota NATO, sedangkan Israel memiliki hubungan strategis dengan Amerika Serikat.

Washington bahkan sedang mendorong mekanisme untuk mencegah bentrokan antara Israel, Turki, dan Suriah.(*)

Posting Komentar untuk "Senggol Turki, Israel Bangunkan 'Singa Tidur', Kini Ketar-ketir Hadapi Militer Ankara"