Media Duta,- “Bayi Norwegia lahir punya tabungan, bayi Indonesia lahir dengan utang.” Kalimat Hakim MK Arief Hidayat ini langsung menohok karena membandingkan cara dua negara mewariskan kekayaan kepada generasi berikutnya.
Arief menyoroti Norwegia yang memiliki Government Pension Fund Global, dana kekayaan negara yang berasal dari pengelolaan pendapatan minyak dan gas lalu diinvestasikan untuk jangka panjang.
Dalam ilustrasinya, setiap bayi yang lahir di Norwegia seolah ikut mewarisi “tabungan” negara.
Sementara Indonesia yang juga kaya sumber daya alam justru digambarkan berada dalam situasi berbeda.
Bayi yang baru lahir disebut seakan ikut mewarisi “beban utang” karena kewajiban negara pada akhirnya menjadi bagian dari beban fiskal yang harus dikelola lintas generasi.
Perlu digarisbawahi, pernyataan “lahir dengan utang” bukan berarti setiap bayi Indonesia secara hukum memiliki utang pribadi.
Kalimat tersebut merupakan metafora untuk mengkritik bagaimana kekayaan negara dikelola dan apa yang nantinya diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pertanyaannya jadi menarik: dengan kekayaan alam sebesar Indonesia, menurut kalian apa yang seharusnya lebih banyak diwariskan ke anak cucu nanti—aset dan tabungan masa depan, atau tagihan masa lalu?
Sumber: Soeara Indonesia / aktual com

Posting Komentar untuk "Anak Bayi di Norwegia Lahir Punya Tabungan, Bayi Indonesia Lahir Dengan Utang"