Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

AS Ingatkan Para Warganya di Timur Tengah Setelah Perang Arab Saudi Dengan Houthi


TEL AVIV  Media Duta,- Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mengeluarkan peringatan keamanan bagi para warganya di seluruh Timur Tengah.

 Peringatan ini setelah perang antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman semakin memanas.

 Peringatan tersebut mencakup Israel, Lebanon, Yordania, Irak, Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Oman. 

 Perang Makin Meluas “Warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah harus meningkatkan kewaspadaan dan menyadari kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, serta gangguan perjalanan,” kata Departemen Luar Negeri AS pada Sabtu malam.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) menguraikan kebijakan internal dan eksternal Arab Saudi

“Kelompok Houthi yang didukung Iran telah terlibat dalam permusuhan dengan Arab Saudi, termasuk menyerang bandara sipil. Konflik militer ini berpotensi meningkat dengan cepat,” lanjut peringatan tersebut.

 Pemerintah AS juga mendesak warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Timur Tengah.

 “Iran dan kelompok-kelompok yang mendukung Iran] dapat menargetkan kepentingan AS lainnya di luar negeri atau lokasi yang terkait dengan Amerika Serikat dan warga Amerika di seluruh dunia, termasuk perusahaan dan institusi AS lainnya,” imbuh peringatan Departemen Luar Negeri Amerika. 

Pada saat yang sama, Arab Saudi dilaporkan telah meminta bantuan sejumlah negara untuk menghadapi serangan kelompok Houthi terhadap pasukan pemerintah Yaman yang diakui dunia internasional.

 Jurnalis Axios Barak Ravid melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump mempersingkat kunjungan akhir pekannya di Camp David dan akan kembali ke Gedung Putih pada Sabtu malam, sehari lebih cepat dari jadwal semula. 

Analis keamanan nasional CNN, Alex Plitsas, mengutip sejumlah sumber yang mengatakan Trump menggelar pertemuan di Camp David untuk membahas dan meninjau opsi serangan terhadap Yaman. 

Sebelumnya, ABC News yang mengutip pejabat AS, melaporkan bahwa Washington akan membatasi keterlibatannya dengan memberikan bantuan intelijen dan dukungan penentuan sasaran kepada Arab Saudi.

 Dalam beberapa pekan terakhir, Houthi memperluas wilayah yang mereka kuasai di Yaman bagian barat. 

Kelompok tersebut merebut kota pelabuhan Mokha dan Pulau Perim di Selat Bab el-Mandeb, salah satu titik sempit pelayaran penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. 

Arab Saudi baru-baru ini menghentikan sementara operasi pipa minyak East-West, yang juga dikenal sebagai Petroline, setelah fasilitas tersebut rusak akibat serangan drone yang dituduhkan Riyadh kepada milisi yang didukung Iran di Irak. 

Pipa tersebut mengangkut minyak mentah dari ladang-ladang minyak Arab Saudi di wilayah timur menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah, sehingga memungkinkan pengiriman minyak tanpa harus melewati Selat Hormuz.

 Sebelumnya, Houthi mendeklarasikan blokade laut terhadap Arab Saudi sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai “pengepungan” ilegal terhadap wilayah Yaman yang mereka kuasai.

 Koalisi pimpinan Arab Saudi pertama kali melakukan intervensi dalam perang saudara Yaman pada 2015, setelah Houthi merebut ibu kota Sanaa pada tahun sebelumnya. 

Konflik yang kembali memanas saat ini menjadi eskalasi terbesar dalam perang Yaman sejak gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022. (mas)

Posting Komentar untuk "AS Ingatkan Para Warganya di Timur Tengah Setelah Perang Arab Saudi Dengan Houthi "