Media Duta,- Ketika ombak mengamuk dan kapal perlahan miring, air memasuki kapal, ketika gelap menyelimuti dan napas terasa sesak , di sanalah harapan manusia habis, lalu pasrah kepada Yang Maha Menjaga.
Inilah kisah yang sungguh menggetarkan hati, dari mulut seorang penyintas: Faisal. Saat KM Virgo Transport 8 terbalik di tengah Laut Jawa, Faisal dan rekannya sempat bertahan di bagian badan kapal yang belum tenggelam.
Di saat-saat yang menentukan itu, ketika maut terasa begitu dekat, mereka tidak saling menyalahkan — mereka mengangkat tangan, lalu mengumandangkan azan.
Bukan sekali, tapi beberapa kali. Suara itu membelah deru ombak, naik ke langit, sebagai kepasrahan paling tulus: Hanya Engkaulah yang dapat menyelamatkan kami.
Dan Masya Allah... alunan itu ternyata menjadi penuntun jalan. Ombak yang tadinya mengancam, justru menghempaskan mereka ke arah sekoci penolong. Faisal selamat. Ditemukan. Dipeluk kembali oleh keluarga yang menanti.
"Jika Allah belum mengizinkan sesuatu berakhir, maka tiada satu pun kekuatan di bumi yang mampu mengubahnya."
Selamatnya mereka bukan sekadar kebetulan. Itu adalah jawaban langit atas doa yang tulus, zikir yang tak putus, dan kepasrahan yang utuh. Di mana kekuatan tubuh berakhir, di sanalah kekuatan iman mengambil alih.
Terima kasih, Faisal, telah mengingatkan kita: ketika tak ada lagi tempat berpijak, tempat kembali hanyalah kepada-Nya.
Masya allah
Ya allah selamatkan yang menjadi korban, dan untuk yang telah pergi semoga allah tempatkan
Disurga allah.
Aamiin

Posting Komentar untuk "Azan Menjadi Tali Penyelamat, Takdir Seseorang Tidak Ada Yang Tahu"